Loading...
INDONESIA
Penulis: Melki Pangaribuan 10:11 WIB | Kamis, 21 Mei 2015

Pansel Pimpinan KPK Semua Perempuan

Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengumumkan Pansel KPK, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (21/5) pagi. (Foto: setkab.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan langsung sembilan nama yang dipilihnya menjadi anggota Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (21/5) pagi sebelum berangkat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur.

Kesembilan nama itu sudah ditentukan jabatannya dalam Pansel dan semuanya perempuan. Presiden memilih ekonom Destry Damayanti, M.Sc sebagai ketua, sementara sebagai Wakil Ketua Dr Enny Nurbaningsih, SH, Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional.

Presiden menegaskan komitmennya pada pemberantasan korupsi, dan berharap semua pihak harus meningkatkan komitmen, kompetensi, dan bersinergi, untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Semua berkepentingan melawan korupsi, untuk rakyat Indonesia. Indonesia bisa bangkit jadi bangsa yang besar kalau kita bebas, kalau kita bebas korupsi,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan, ia menaruh harapan besar kepada Kepolisian, KPK, dan Kejaksaan agar bersih, kuat, bersinergi, dan dipercaya masyarakat.

“KPK harus jadi lembaga yang berwibawa, menjaga kewibawaan lembaga lain melalaui pemerintahan yang bersih, jadi bagian penting dari semangat reformasi,” pesan Jokowi.

Menurut Presiden, selama beberapa minggu terakhir ia bekerja keras memilih nama-nama yang layak masuk menjadi Pansel KPK, karena Pansel harus kompeten dan berintegritas, dan keahliannya harus lengkap.

Karena itu, lanjut Presiden, dalam Pansel Pimpinan KPK ini ada ahli, baik hukum pidana, hukum tata negara, dan hukum bisnis bisnis. Ada ahli ekonomi manajemen organisasi, sosiolog, psikolog, dan ahli tata kelola pemerintahan.

Dengan kriteria kompetensi seperti itu, Presiden berharap komisioner yang akan terpilih menjadi pimpinan KPK nanti memiliki kemampuan yang lengkap, mampu memperkuat kelembagaan KPK, mampu meningkatkan sinergi  KPK dengan lembaga penegak hukum lainnya dalam rangka membangun sistem pemberantasan dan pencegahan korupsi.

“Saya berharap Panitia Seleksi Pimpinan KPK segera bekerja untuk menyeleksi dan menentukan calon pimpinan KPK, yang selanjutnya diserahkan kepada Presiden,” pungkas Jokowi.

Kesembilan nama yang dipilih Presiden menjadi anggota Pansel KPK itu adalah:

1. Destry Damayanti, M.Sc, ekonom, ahli keuangan dan moneter, sebagai Ketua merangkap anggota.

2. Dr Enny Nurbaningsih, SH, Pakar Hukum Tata Negara,Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional, sebagai Wakil Ketua merangkap anggota.

3. Prof. Dr. Harkrituti Haskrisnowo, SH, LLM, Pakar Hukum Pidana dan HAM, Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkumham, sebagai anggota.

4. Ir. Betti S Alisjabana, MBA, Ahli IT dan Manajemen, sebagai anggota.

5. Dr. Yenti Garnasih, SH, MH, Pakar hukum pidana ekonomi dan pencucian uang, sebagai anggota.

6. Supra Wimbarti, M.Sc, Ph.D, Ahli psikologi SDM dan pendidikan, sebagai anggota.

7. Natalia Subagyo, M.Sc, Ahli tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi, sebagai anggota.

8. Dr. Diani Sadiawati, SH, LLM, Ahli hukum, Direktur Analisa Peraturan Perundang-undangan Bappenas, sebagai anggota.

9. Meuthia Ganie-Rochman, Ph.D, Ahli sosiologi korupsi dan modal sosial, sebagai anggota.

Saat menyampaikan pengumuman itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki. (setkab.go.id)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home