Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 21:30 WIB | Kamis, 21 Desember 2017

Paparan Radiasi Tinggi Tingkatkan Risiko Gugur Janin Tiga Kali Lipat

Ilustrasi. Radiasi ponsel berbahaya terhadap janin. (Foto: blog.platechno.com)

CALIFORNIA, SATUHARAPAN.COM – Sebuah riset baru menyebutkan perempuan hamil yang terpapar radiasi tinggi dari berbagai sumber, seperti ponsel, alat-alat elektronik nirkabel, dan menara komunikasi selular mengalami tingkat keguguran hampir tiga kali, dibanding mereka yang terpapar radiasi rendah.

Ponsel, telepon nirkabel, dan alat-alat nirkabel lain, peralatan, kabel sambungan listrik, kabel jaringan dan menara telekomunikasi, menghasilkan radiasi non-ionisasi dari medan-medan magnet.

“Saya berharap studi ini membuat kita memikirkan kembali pandangan bahwa medan magnet radiasi non ionisasi itu aman atau tidak berisiko pada kesehatan,” kata Dr De-Kun Li, ilmuwan peneliti senior di Kaiser Permanente Division of Research di Oakland, California. “Ini penemuan yang tidak bisa kita abaikan.”

Dalam tulisan di Scientific Reports, Li dan timnya menyebut penyebaran emisi medan elektromagnetik secara cepat sebagai “paparan lingkungan di berbagai tempat dan tantangan kesehatan yang serius.”

Untuk keperluan studi, lebih dari 900 perempuan hamil di San Francisco membawa alat ukur, yang mengukur paparan radiasi medan elektromagnetik terhadap mereka selama 24 jam. Setelah menghitung usia, ras, pendidikan dan kebiasaan merokok, para ibu hamil yang terpapar tingkat radiasi tinggi dalam rutinitas keseharian mereka memiliki 2,7 kali kemungkinan untuk mengalami keguguran, dibanding dengan ibu hamil yang terpapar radiasi paling rendah.

Para peneliti tidak bisa menentukan sumber emisi radiasi. Namun mereka mencatat bahwa sumber-sumber umum, seperti kabel jaringan listrik dan peralatan, menghasilkan medan magnet frekuensi rendah. Sedangkan sumber-sumber yang baru bermunculan, seperti ponsel dan jaringan pengukur pintar, menghasilkan frekuensi medan magnet lebih tinggi.

Hasil penelitian ini menekankan perlunya penelitian tambahan terhadap kemungkinan dampak buruk teknologi pada kesehatan.

“Kami ingin orang-orang mulai berpikir kembali asumsi bahwa paparan medan magnet itu aman,” kata Li dalam wawancara via telepon. “Kita sangat memerlukan penelitian karena semua orang terpapar, termasuk mereka yang rentan secara genetis dan janin-janin.”

Olga V Naidenko, penasihat ilmu pengetahuan senior dari Kelompok Kerja Lingkungan di Washington DC, yang tidak terlibat dalam penelitian, menggambarkan penemuan-penemuan ini sebagai “sangat menarik” dan “sangat mengkhawatirkan”.

Seperti halnya Li, dia meminta lebih banyak penelitian terhadap dampak biologis dari radiasi elektromagnetik.

“Kita butuh pemahaman yang lebih baik tentang sumber-sumber radiasi non-ionisasi sekitar rumah yang menyumbang pada risiko kesehatan, sehingga keluarga dan semua orang mendapatkan informasi yang diperlukan untuk melindungi kesehatan mereka,” kata dia melalui email.

Sementara itu, dia menyarankan anak-anak dan orang dewasa, terutama perempuan hamil, untuk mengurangi paparan radiasi elektromagnetik, dengan menjauhkan ponsel dan peralatan nirkabel lainnya dari tubuh mereka.

“Kalau mereka benar-benar khawatir, jarak adalah teman mereka,” kata Li. “Menjauh dari sumber radiasi. Anda tidak perlu berdiri di sebelah microwave. Lagi pula, tidak ada yang perlu dilihat.” (voainonesia.com)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home