Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 11:19 WIB | Minggu, 12 Juli 2015

“Parpol Sektarian Sudah Tak Bisa Dijual di Indonesia”

Rhoma Irama, Ketua Umum Partai Idaman. (Foto: istimewa)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Raja dangdut, Rhoma Irama, mendeklarasikan berdirinya Partai Islam Damai dan Aman (Idaman), pada Sabtu (11/7) kemaring. Partai politik berplatform Islam yang Rahmatan Lil Alamin itu ingin menghapus stigma negatif tentang Islam, dan Islamofobia.

"Partai Idaman bertujuan untuk menampilkan wajah Islam secara terbuka. Kami ingin menampilkan itu karena kami akan menghapus fobia Islamia yang selama ini terjadi di Indonesia. Sisi negatif terhadap terorisme dan sebagainya," kata Rhoma Irama dalam deklarasi Partai Idaman di Restoran Raden Bahari, Jakarta, Sabtu (11/7).

Rhoma juga menyampaikan penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam, namun, saat ini, umat muslim sungkan menunjukan jati dirinya lantaran adanya stigma negatif terutama di dunia internasional. Untuk itu, dia berharap Partai Idaman dapat mengajak umat muslim menunjukkan Islam yang memberi kedamaian bagi Indonesia demi menghapuskan stigma negatif tentang Islam, dan Islamophobia.

Menanggapi berdirinya partai pimpinan Rhoma Irama itu, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Idil Akbar, mengatakan partai politik bersifat sektarian sudah tidak layak dijual di Indonesia. Sebab, paradigma publik telah menganggap partai politik sama saja, apapun ideologi yang diusung.

“Saat ini sudah terjadi transformasi preferensi memilih rakyat dari figuritas menjadi rasional. Partai politik yang bersifat sektarian dengan membawa ideologi agama tertentu juga cenderung sudah tak cukup bisa dijual karena paradigma publik Indonesia sudah menganggap partai politik itu sama saja apapun ideologinya,” ucap Idil dalam pesan Blackberry Messenger kepada satuharapan.com, di Jakarta, Minggu (12/7).

Menurut dia, ke depan Partai Idaman harus bisa mentransformasikan diri dalam politik yang lebih kompatibel dengan harapan rakyat, dan menunjukkan perbedaan fundamental dengan partai politik lain dalam mengelola dan mengejawantahkan kepentingan rakyat.

“Partai Idaman harus punya platform politik yang lebih jelas, sehingga tak terkesan hanya sekedar meramaikan panggung politik nasional,” ujar Idil.

“Bila hanya mengandalkan figuritas Rhoma sebagai magnet suara ataupun menjual ideologi agama sebagai jalan berpolitiknya. maka tidak akan terlalu banyak bisa berbicara dalam perpolitikan nasional,” salah satu staf pengajar di Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UNPAD itu menambahkan.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home