Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 10:43 WIB | Senin, 28 November 2016

Pastor Melarikan Diri dari ISIS di Suriah Melihat Banyak Harapan

Ilustrasi: Sebuah bangunan yang hancur oleh kelompok ekstremis di Al Qaryatayn, Suriah. (Foto: dailymail.co.uk)

HOMS, SATUHARAPAN.COM – Bangunan religi abad keempat peninggalan Santo Mar Elian berhasil diselamatkan dari cengkeraman kelompok ekstremis Islamic State Iraq and Syria (ISIS). Salah satu pastor dari biara di Suriah tersebut, Jacques Mourad, melihat banyak harapan bagi Suriah di masa mendatang.

“Di Mar Elian, kami selalu berharap dapat menyambut banyak orang. Mar Elian adalah tempat harapan bagi banyak warga Suriah,” kata Jacques Mourad seperti diberitakan Catholic News Agency, hari Minggu (27/11).

“Saat saya disandera, semuanya berubah. Tetapi kami masih dapat membangun sesuatu, dan kami harus bersabar menunggu akhir dari perang ini,” kata dia.

Mourad ditawan ISIS pada Mei 2015. Dia melarikan diri lebih kurang lima bulan kemudian. Dia berhasil kembali ke biara yang terletak di Al Qaryatayn, lebih kurang berjarak 120 kilometer dari tenggara Homs, Suriah.

“Mar Elian adalah pertapa yang hidup di abad keempat, dan jenazahnya disimpan di biara yang didedikasikan untuk dia," kata imam itu.

Pada bulan Agustus 2015, militan ISIS menangkap Mourad dan menghancurkan biara. Lebih kurang 160 umat Kristen dan 230 Muslim diculik dari kota. Saat ini beberapa dari mereka telah melarikan diri ke persembunyian.

Meskipun saat ini tengah dilanda perang, umat Kristen di daerah itu masih tampak ke biara Mar Elian. “Setelah kehancuran biara, kami pikir peninggalannya hilang. Sebaliknya kami mampu menemukan serpihan-serpihan bangunan. Ini memberi kami penghiburan besar,“ kata Mourad.

Dia mengatakan penemuan serpihan bangunan menandakan adanya harapan besar untuk hari-hari mendatang. Kristen di Suriah berharap dapat menempatkan tulang dari jenazah Mar Elian seperti sedia kala. “Dan mereka terus berdoa lagi sekitar peninggalan itu,” kata dia.

Al Qaryatayn diambil pasukan gabungan Suriah Rusia dari cengkeraman kelompok ekstremis pada April 2016. “Ketika ISIS mengambil wilayah ini, hal pertama yang mereka serang adalah makam Mar Elian ini, dengan tujuan untuk menghancurkan biara kuno,” kata Mourad.

Mourad mengatakan kelompok militan tersebut menyebut  makam, dan peninggalan orang-orang kudus adalah hal yang sesat.

“Mereka tidak bisa menerima bahwa kota yang mereka rebut memiliki tempat-tempat di mana makam atau peninggalan kudus disimpan. Mereka percaya bahwa tidak ada kebutuhan untuk sebuah makam,” kata Mourad. 

Ia mengatakan saat militan menangkap dia, mereka mengatakan ingin mengirim pesan ke orang-orang Kristen di wilayah itu bahwa umat Kristen  tidak diterima di situ. “Itu adalah cara atau semangat sehingga orang Kristen bersemangat saat melarikan diri,” kata dia.

Meskipun ada tanda-tanda harapan, dia mengatakan, masa depan biara tersebut masa depan orang-orang di wilayah itu adalah sebuah hal yang tidak pasti. Mourad menyesalkan saat ini tidak ada yang berubah di Mar Elian, dan semua orang mulai meninggalkan wilayah tersebut.

Dia mengemukakan hanya ada komunitas kecil Muslim tinggal di daerah tersebut. “Mungkin karena mereka tidak memiliki lebih banyak pilihan untuk hidup,” kata dia.

"Sebagian besar dari kota hancur,” kata dia. (catholicnewsagency.com)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home