Loading...
DUNIA
Penulis: Sotyati 11:18 WIB | Sabtu, 04 Januari 2014

PBB Serukan Bantuan Lebih bagi Krisis Kemanusiaan

Kepala Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat PBB Valerie Amos. (Foto: AP)

NEW YORK CITY, SATUHARAPAN.COM - PBB mengatakan tahun 2014 tak akan jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Krisis kemanusiaan yang parah telah membuat PBB kewalahan memberikan bantuan kemanusiaan.

Valerie Amos, kepala urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat PBB, memperingatkan akan adanya krisis kemanusiaan global pada 2014. Karena itu, seperti dikutip Deutsche Welle, ia menyerukan kepada negara-negara donor untuk meningkatkan dana bantuan.

 Amos pada Kamis (2/1) mengatakan tahun 2014 jutaan orang akan berada dalam kesulitan besar akibat adanya konflik dan bencana alam. “Tahun 2013 merupakan tes nyata terhadap sistem kemanusiaan global dan tak ada indikasi akan adanya perubahan di tahun 2014,“ katanya, di New York.

 

Butuh Dana Lebih

Ia mengatakan konflik di Suriah yang berlangsung hampir tiga tahun serta topan Haiyan Filipina telah membuat jutaan orang berada dalam kondisi darurat dan sangat membutuhkan bantuan. Selain itu, ia mengingatkan, meningkatnya jumlah pertikaian di Sudan Selatan dan Republik Afrika Tengah  mengharuskan PBB memiliki kapasitas cukup agar bisa memberi bantuan selama setahun penuh.

“Jelas PBB dan para partnernya akan lebih dibutuhkan dari sebelumnya,“ ujar Amos. Kepada para pendonor internasional, ia menyerukan bisa memberikan dana bantuan tambahan sepanjang 2014.

Di Filipina saja 14 juta orang masih terus bergantung pada bantuan untuk bisa bertahan hidup akibat bencana topan Haiyan yang terjadi November lalu. Sementara itu, sekitar 100.000 orang diperkirakan terbunuh di Suriah semenjak konflik pecah di bawah rezim Presiden Bashar al-Assad awal Maret 2011.

Akibat konflik itu, sekitar 6,5 juta orang telantar dan lebih dari 2,3 juta orang terpaksa mengungsi ke negara-negara lain, serta jutaan lainnya dilaporkan berada dalam kondisi sangat membutuhkan pangan, perlindungan, dan jaminan kesehatan.

“Kita terus menekankan pentingnya solusi politik terhadap konflik-konflik tersebut. Setiap hari yang berlalu membuat situasi semakin memburuk,“ ucap Amos.

Akhir bulan lalu PBB mengajukan permohonan sumbangan bantuan yang hingga kini jumlahnya paling besar. PPB meminta negara-negara donor bisa menyediakan dana sebesar 12,9 juta dolar sepanjang 2014 agar lembaga-lembaga bantuan bisa memberikan bantuan kepada 52 juta orang di 17 negara di mana separuh dari jumlah total uang tersebut akan diberikan pada Suriah.

 

Tanggungan PBB

 

Amos juga memasukkan Sudan Selatan ke dalam daftar negara yang akan mendapat bantuan dari PBB menyusul laporan adanya dugaan pelanggaran HAM keras. Kekerasan etnis antara pasukan pemerintah dan pendukung mantan wakil presiden Riek Machar yang sedang buron pecah dua minggu lalu.

Ia mengatakan lembaga-lembaga bantuan PBB harus memberi bantuan kepada 194.000 orang yang terusir dari rumah, serta 57.000 orang lainnya yang meminta perlindungan kepada PBB.

“Organisasi-organisasi bantuan butuh akses untuk bisa menjangkau masyarakat yang sedang dilanda bencana agar bisa memberikan bantuan perlindungan, bantuan kesehatan, dan air bersih,“ katanya.

Kekerasan juga menyebar di Republik Afrika Tengah, sekitar 800.000 orang telantar termasuk 500.000 orang di antaranya yang terancam kelaparan pada 2014.

Amos menambahkan, pekerja pemberi bantuan juga harus berjuang untuk bisa menghadapi kurang tersedianya pangan yang meluas. Lebih dari 6,3 juta orang secara global dilaporkan tak punya akses permanen terhadap makanan.

Amos juga memasukkan Somalia dan Mali sebagai fokus khusus. Ketidakstabilan dan ketidakamanan politik yang terjadi di dua negara itu mengakibatkan 3,2 juta orang sangat membutuhkan bantuan. Selain negara-negara itu, Amos juga menyebutkan Afghanistan, Myanmar, Haiti, dan Republik Demokratik Kongo sebagai negara-negara yang juga membutuhkan bantuan. (DW/AFP/DPA)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home