Loading...
HAM
Penulis: Bob H. Simbolon 17:41 WIB | Jumat, 27 Mei 2016

Pelanggaran HAM Papua Dibawa ke PBB, Adekom: Saya Tidak Tahu

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Ade Komarudin (Foto: Dok Satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Ade Komarudin tidak mengetahui adanya laporan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua yang disampaikan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

"Saya tidak tahu adanya laporan tersebut, justru saya tahunya dari kamu," kata dia kepada satuharapan.com di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta pada hari Jumat (27/5).

Dia pun mengatakan, belum bisa memberikan pendapat atas adanya aduan dari organisasi penggiat HAM Pacific Islands Association for Non-Governmental Organisations (PIANGO) ke PBB.

"Saya belum memberikan pendapat karena saya baru tahu dari kamu," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif  Pacific Islands Association for Non-Governmental Organisations (PIANGO), Emele Duituturage, menyerahkan laporan pelanggaran HAM di Papua yang dibuat oleh misi pencari fakta Gereja Katolik Brisbane, Australia. Laporan itu diserahkan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Ban Ki-moon, pada saat Konferensi Kemanusiaan Dunia (World Humanitarian Summit/WHS) di Istanbul, Turki pada hari Rabu (25/5).

Dalam laporan itu, dikemukakan berbagai pelanggaran HAM di Papua dalam kurun waktu puluhan tahun belakangan, yang digambarkan sebagai genosida dalam gerak lambat.

Emele Duituturage juga menyampaikan pandangannya dalam forum itu, yang menyerukan perlunya intervensi PBB di Papua. "Di Pasifik, kami menghadapi konflik yang disebabkan tantangan kemanusiaan. Kami memuji penutupan kamp pengungsi di Papua Nugini, kami prihatin atas konflik di pusat penahanan Nauru dan kami meminta intervensi PBB untuk pelanggaran HAM di Papua," kata dia, sebagaimana dilaporkan oleh PACNEWS.

Editor : Eben E. Siadari
Baca Juga:


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home