Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 12:27 WIB | Sabtu, 09 Januari 2016

Pembangunan MRT Fatmawati Masuk Tahap Pembuatan Stasiun

Pembangunan MRT Fatmawati Masuk Tahap Pembuatan Stasiun
Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/1), terlihat perangkat berat gantry crane yang berfungsi mengangkat box girder untuk jalur layang yang dipersiapkan untuk pembuatan stasiun. Projek MRT tahap pertama membentang dari Jalan MH Thamrin sampai Lebak Bulus dibangun sejak tahun 2013 dan ditargetkan tahun 2018 rampung. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Pembangunan MRT Fatmawati Masuk Tahap Pembuatan Stasiun
Seorang pekerja terlihat berada di atas alat berat gantry crane yang berfungsi sebagai pengangkut box girder untuk jalur layang untuk pemasangan stasiun MRT di kawasan Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan.
Pembangunan MRT Fatmawati Masuk Tahap Pembuatan Stasiun
Tiang pondasi untuk jalur layang pembangunan MRT di kawasan Jalan Raya Fatmawati yang sudah terpasang beberapa untuk mendukung pembuatan stasiun MRT.
Pembangunan MRT Fatmawati Masuk Tahap Pembuatan Stasiun
Seorang pekerja saat berada di atas alat berat gantry crane yang berada d isalah satu lokasi pembangunan untuk tahap pembuatan stasiun layang di Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan, sudah masuk dalam tahap pembuatan pondasi stasiun dan jalur layang. Seperti terlihat pada hari Sabtu (9/1), sebuah alat berat gantry crane sudah terpasang di lokasi pembangunan.

Gantry crane merupakan alat berat untuk mengangkat box girder untuk jalur layang di sepanjang Jalan Raya Fatmawati. Akbar Subekti, divisi informasi MRT, saat dikonfirmasi, mengatakan, “saat ini sudah pembuatan pondasi stasiun serta peninggian tanah untuk area depo."

Pembangunan MRT yang dimulai sejak bulan Oktober tahun 2013, ditargetkan rampung pada tahun 2018. MRT merupakan sistem transportasi transit cepat untuk menopang angkutan umum yang cepat dan terpadu. Sejak tahun 1980, lebih dari 20 tahun studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan MRT sistem di Jakarta. Penundaan pembangunan tersebut salah satu penyebabnya adalah krisis ekonomi yang terjadi di tahun 1997 sampai 1999.

Jalur MRT Jakarta rencananya akan membentang kurang lebih dari 110,8 kilometer, yang terdiri atas pembangunan tahap pertama Koridor Selatan sampai Utara, yaitu dari Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat sampai dengan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sepanjang 15,7 kilometer. Rencananya akan ada 13 stasiun yang terdiri atas tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah.

Sementara untuk pembangunan MRT Jakarta tahap kedua rencananya akan dimulai dari Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sampai dengan Kampung Bandan, Jakarta Utara, sepanjang 8,1 kilometer yang ditargetkan pada tahun 2020 beroperasi.

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home