Loading...
DUNIA
Penulis: Eben Ezer Siadari 11:58 WIB | Selasa, 27 Januari 2015

Pemerintah Baru Yunani Tolak Bayar Utang Penuh

Pendukung Partai Syriza merayakan kemenangan di Yunani (Foto: AP)

ATHENA, SATUHARAPAN.COM – Partai radikal yang memenangi Pemilu Yunani pada hari Minggu (25/1) lalu, Partai Syriza mengatakan, zona euro akan runtuh apabila keanggotaan Yunani dicopot dari zona ekonomi moneter itu.

Ditambahkan pula bahwa keputusan keluar atau tidaknya Yunani dari zona euro, tergantung pada negara-negara Eropa sendiri. Sedangkan Yunani sendiri tampaknya masih ingin bertahan dengan beberapa catatan.
 
Ekonom utama Partai Syriza Euclid Tsakalotos, menyatakan hal itu dalam wawancara dengan BBC hari ini (27/1) "… jika Yunani jatuh dan dihapus dari zona euro, zona euro akan runtuh. Kami mengatakan dari awal zona euro berada dalam bahaya, euro berada dalam bahaya, tetapi sumber bahaya bukan berasal dari Syriza ... tetapi dari kebijakan penghematan,” kata dia.

Oleh karena ancaman bahaya itu, menurut dia, negara-negara Eropa harus membuka diri untuk berbicara dengan pemerintahan baru Yunani, yang telah melambungkan politisi beraliran kiri, Alexis Tsipras sebagai perdana menteri.

Sejauh ini, yang diusahakan pemerintahan baru adalah meminta agar utang Yunani yang dikucurkan oleh negara-negara EU dan IMF dalam kebijakan penghematan, dihapus sebagian. Alasannya, karena utang itu sudah sedemikian besar sehingga Yunani tidak mungkin membayarnya.

"Tidak ada yang percaya bahwa utang Yunani dapat dibayar," kata Euclid Tsakalotos.

Syriza meninginkan melakukan negosiasi ulang atas Yunani utang yang besarnya 240 miliar euro atau sekitar 270 miliar dolar AS. Ini merupakan dana talangan untuk membantu Yunani keluar dari krisis ekonomi beberapa tahun lalu.

Para pemimpin Uni Eropa telah telah memperingatkan pemerintah Yunani yang baru untuk tetap memenuhi komitmennya kepada para kreditur.

Namun, pemimpin Syriza  Alexis Tsipras - yang disumpah sebagai perdana menteri pada hari Senin – telah menegaskan sikapnya untuk menegosiasikan ulang pinjaman tersebut. Syriza diharapkan akan rampung menyusun kabinet barunya pada hari ini.

"Saya belum pernah bertemu seorang ekonom yang secara dari hati ke hati  memberitahu  bahwa Yunani akan membayar kembali semua utang itu. Hal ini tidak bisa dilakukan," kata Tsakalotos

Dia mengatakan yang dibutuhkan sekarang dari para pemimpin Uni Eropa adalah sikap yang menunjukkan  bersedia untuk bekerja sama dengan Syriza.

"Akan menjadi sangat lucu dan Eropa akan sangat berbahaya bila dengan kekuatan politik sentrifugalnya yang sangat besar mereka tidak tertarik untuk berbicara dengan pemerintah baru yang terpilih secara demokratis,” tutur dia.

"Ini akan menjadi sinyal akhir bahwa Eropa sendiri  yang tidak dapat menggabungkan diri pada perubahan demokratis dan tidak dapat menggabungkan diri pada perubahan sosial."

Kendati demikian, Tskalotos menggaris bawahi bahwa Yunani keluar dari Eropa adalah skenario terburuk. “Mimpi terburuk saya adalah jika zona euro runtuh karena Yunani jatuh".

"Dan jika Yunani jatuh dan dihapus dari zona euro, zona euro akan runtuh. Kami mengatakan dari awal zona euro berada dalam bahaya, euro berada dalam bahaya, tetapi tidak dalam bahaya yang berasal dari Syriza ... itu adalah dalam bahaya dari kebijakan penghematan ".

Sementara itu, analis politik BBC, Robert Peston mengatakan jika Syriza  berhasil memenangkan negosiasi dengan negara-negara zona euro, partai anti-penghematan lainnya di berbagai negara Eropa  akan terlihat lebih kredibel bagi pemilih. Kemenangan partai proteksionis Maritime le Pen dalam pemilihan presiden Perancis di waktu mendatang akan menjadi ujian menarik untuk dilihat oleh para investor.

Sementara jika Syriza gagal dalam perundingan dengan negara-negara Eropa, khususnya dengan Jerman, pada akhirnya Yunani kemungkinan keluar dari zona euro. Sangat mungkin para investor akan menarik kembali investasinya di negara-negara yang menunjukkan kecenderungan nasionalisme yang meningkat.

Pertanyaannya kini adalah  mengapa investor tidak panik atau hiruk pikuk dengan kejadian ini?

Salah satu penjelasan yang masuk akal, menurut Robert Peston, adalah karena investor percaya zona euro akan benar-benar kuat tanpa Yunani, asalkan tidak ada negara besar lainnya mengikutinya keluar pintu.

Penjelasan lain adalah  bahwa pada akhrinya  Berlin akan memberi write-off atas utang yang Yunani yang masif.

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home