Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 18:53 WIB | Selasa, 07 Februari 2017

Pemerintah Gunakan Kebijakan Fiskal Perkuat Ekonomi

Momentum perbaikan ekonomi tetap terjaga 2017
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad (kiri), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Halim Alamsyah (kanan) selaku para anggota KSSK bersiap memberikan keterangan pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, hari Jumat (3/2). KSSK menyimpulkan kondisi stabilitas sistem keuangan triwulan IV 2016 dalam kondisi normal. (Foto: Antara/Widodo S. Jusuf)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memastikan momentum perbaikan kinerja ekonomi nasional yang telah berlangsung dengan optimal pada 2016, akan terus berlanjut di 2017.

"Kita ingin menjaga momentum positif di 2017. Untuk itu pemerintah perlu bekerja lebih keras lagi memperbaiki berbagai macam isu fundamental," kata Sri Mulyani di Jakarta, hari Selasa (7/2).

Sri Mulyani mengatakan, upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kinerja perekonomian pada 2017 adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dengan menggunakan instrumen maupun kebijakan fiskal.

"Kalau ekonomi bisa lebih lebar dari sisi fondasi, juga pelaku maupun jumlah sektor, maka kita mampu membangun ekonomi yang lebih berdaya tahan," katanya.

Dari sisi pengeluaran, pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan kinerja sektor investasi maupun konsumsi pemerintah yang belum terlalu memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi 2016.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan sektor investasi yang hanya tumbuh sekitar 4,48 persen pada 2016 akan menjadi salah satu fokus pembenahan, apalagi pemerintah telah menerbitkan paket kebijakan ekonomi.

Selain itu, kata dia, pembenahan lainnya adalah di konsumsi pemerintah yang terkontraksi dan tumbuh negatif 0,15 persen karena adanya penyesuaian belanja pemerintah di semester dua 2016.

"Penyesuaian itu dibutuhkan agar fiskal kita tetap berkelanjutan dan tidak menjadi persoalan kredibilitas. Kami berupaya agar faktor pemerintah tidak lagi menjadi faktor yang menciptakan ketidakpastian," ujar Sri Mulyani.

Dari sisi lapangan usaha, Sri Mulyani mengharapkan adanya pertumbuhan positif dari sektor pertambangan maupun pertanian serta sektor manufaktur dan jasa, yang selama ini menjadi pendukung perekonomian nasional.

"Sektor manufaktur masih average tapi ada momentum kenaikan. Sektor jasa masih menduduki peringkat tinggi dalam growth apakah itu finansial, transportasi maupun komunikasi yang bisa mengundang minat investor," katanya.

Dengan upaya menjaga momentum, Sri Mulyani optimistis pertumbuhan ekonomi 2017 akan lebih baik dan bisa mencapai proyeksi 5,1 persen, apalagi perekonomian nasional 2016 tumbuh 5,02 persen, meski menghadapi berbagai tantangan global.(Ant)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home