Loading...
FOTO
Penulis: Elvis Sendouw 15:57 WIB | Selasa, 03 September 2013

Penghargaan Kalpataru Dikembalikan Ke Istana

Penghargaan Kalpataru Dikembalikan Ke Istana
Kalpataru penghargaan penyelamatan lingkungan yang dipulangkan didepan istana Presiden. (foto-foto: Elvis Sendouw)
Penghargaan Kalpataru Dikembalikan Ke Istana
Aksi pengembalian penghargaan kalpataru didepan Istana.
Penghargaan Kalpataru Dikembalikan Ke Istana
Puluhan warga yang berasal dari Sumatera Utara dengan memakai pakaian adat Sumut melakukan aksinya dalam pengembalian penghargaan Kalpataru.
Penghargaan Kalpataru Dikembalikan Ke Istana
Selamatkan danau Toba demikian spanduk yang dibentangkan para aksi.
Penghargaan Kalpataru Dikembalikan Ke Istana
Aksi pengembalian penghargaan kalpataru didepan Istana.
Penghargaan Kalpataru Dikembalikan Ke Istana
Mereka lebih memilih mengembalikan penghargaan kalpataru dari pada hutan dan lingkungan mereka rusak.
Penghargaan Kalpataru Dikembalikan Ke Istana
Para wartawan yang mengabadikan kalpataru yang dibiarkan berada didepan istana dikarenakan pihak istan tidak mau menerima.
Penghargaan Kalpataru Dikembalikan Ke Istana
Seorang wisatawan saat mengabadikan penghargaan kalpataru yang tergeletak didepan istana.
Penghargaan Kalpataru Dikembalikan Ke Istana

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Piala Kalpataru kategori penyelamat lingkungan pada tahun 2010 yang diraih Hasoloan Manik selaku Ketua Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (Pilihi) Sumut diletakkan di jalan raya di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/9). Pengembalian Piala Kalpataru kepada Presiden RI tersebut sebagai protes tidak adanya upaya pemerintah mengatasi kerusakan lingkungan di Sumut khususnya hutan alami di sekitar Danau Toba.

Sebelumnya mereka sudah mendatangi kepada instansi pemerintah baik dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan dan Istana, namun sekalipun belum ada tanggapan dari instansi tersebut.

Maka dengan itu mereka mengambil keputusan untuk mengembalikan penghargaan Kalpataru ke Istana Presiden. Karena menurut mereka "lebih baik menanam pohon diarea terbuka dari pada menyimpan penghargaan di dalam lemari yang tidak ada gunanya."

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home