Loading...
FOTO
Penulis: Bayu Probo 10:11 WIB | Minggu, 27 April 2014

Perdamaian Palestina-Israel “Menjauh”

Perdamaian Palestina-Israel “Menjauh”
Seorang demonstran Palestina menembakkan batu dengan ketapel ke arah anggota pasukan keamanan Israel selama bentrokan di pusat kota Hebron, Tepi Barat 25 April 2014. (Foto-Foto: AFP)
Perdamaian Palestina-Israel “Menjauh”
Nelayan Palestina mempersiapkan jaring ikan mereka di pelabuhan Gaza City pada 25 April 2014. Israel mengatakan pihaknya menghentikan perundingan dengan Palestina setelah kesepakatan persatuan mereka dengan penguasa Hamas di Gaza, di saat pembicaraan damai mendekati tenggatnya.
Perdamaian Palestina-Israel “Menjauh”
Perdana menteri Yordania Abdullah Nsur (kiri) dan perdana menteri Palestina Rami Hamdallah menghadiri konferensi bersama di Ramallah, Tepi Barat pada 23 April 2014.

YERUSALEM, SATUHARAPAN.COM – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry tidak menganggap upayanya untuk menengani perdamaian Timur Tengah sebagai sebuah kegagalan, namun timnya mengadopsi sebuah “periode menunggu” hingga Israel dan Palestina memutuskan langkah mereka selanjutnya, kata seorang pejabat AS pada Jumat (28/4).

“Ini merupakan sebuah momen transisi,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki. “Kami tidak bisa memaksa kedua belah pihak untuk mengambil langkah yang tidak mereka inginkan.”

“Kami berada dalam periode menunggu untuk melihat apakah kedua belah pihak bersedia mencari langkah apa yang akan diambil selanjutnya.”

Upaya Kerry untuk menengahi kesepakatan damai pada 29 April gagal pada Kamis (27/4) ketika Israel mundur dari negosiasi tersebut, dibuat marah oleh langkah Palestina yang membentuk pemerintahan kesatuan dengan kelompok militan Hamas.

Namun Psaki menampik bahwa Kerry merasa kegagalan upayanya untuk menyegel perjanjian damai yang sangat sulit dicapai itu.

“Dia selalu mengatakan bahwa ia yakin hal tersebut sangat layak. Bukan hanya bagi Amerika Serikat untuk terlibat dalam upaya ini sebagai fasilitator atau memainkan peran apa pun yang memungkinkan, untuk membantu kedua belah pihak bernegosiasi, tapi juga layak bagi kedua pihak tersebut karena status quo tidak akan terus bertahan,” kata Psaki kepada para wartawan.

“Karena masa depan dengan solusi dua negara, di mana ada kesempatan yang lebih besar, di mana ada kemakmuran ekonomi yang lebih besar, masih dalam kepentingan kedua pihak yang terlibat,” desaknya.

“Dan kami tetap percaya bahwa adalah kepentingan Amerika serta rakyat Israel dan Palestina untuk melihat apakah kita bisa menyelesaikan konflik ini.” (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home