Loading...
BUDAYA
Penulis: Francisca Christy Rosana 15:43 WIB | Minggu, 05 Oktober 2014

Pesparawi XIII: UKI Maluku Langganan Piala Grand Champion

Pesparawi XIII: UKI  Maluku Langganan Piala Grand Champion
Pelatih Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Maluku menerima piala grand champion pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Tingkat Nasional XIII Sabtu (4/10) di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
Pesparawi XIII: UKI  Maluku Langganan Piala Grand Champion
Para peraih piala champion, UKI Maluku peraih piala champion untuk kategori Musica Sacra, diikuti Universitas Kristen Arta Wacana sebagai peraih piala champion pada kategori Gospel, dan Universitas Negeri Medan pada kategori Folklor.
Pesparawi XIII: UKI  Maluku Langganan Piala Grand Champion
Anggota PSM UKI Maluku saling berpelukan dan menangis haru saat diumumkan menjadi pemenang grand champion.
Pesparawi XIII: UKI  Maluku Langganan Piala Grand Champion
PSM UKI Maluku menyanyikansebuah lagu sebagai ucapan syukur.
Pesparawi XIII: UKI  Maluku Langganan Piala Grand Champion
Para peraih medali emas, perak, dan perunggu.
Pesparawi XIII: UKI  Maluku Langganan Piala Grand Champion
Para juri saat membacakan pengumuman.
Pesparawi XIII: UKI  Maluku Langganan Piala Grand Champion
Para peserta berpelukan menanti hasil pengumuman.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Universitas Kristen Indonesia (UKI) Maluku lagi-lagi berhasil memboyong piala grand champion pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Tingkat Nasional XIII. Dibawah bimbingan pelatih Sahuburua, UKI Maluku memang telah langganan menjadi juara umum Pesparawi Tingkat Mahasiswa Nasional sejak 2008 lalu.

Berdasarkan keputusan juri yang dibacakan saat acara penutupan Pesparawi XIII Sabtu (4/10) malam di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, UKI Maluku ditetapkan sebagai peraih grand champion untuk semua kategori, yakni Musica Sacra, Gospel, dan Folklor. Selain itu, UKI Maluku juga berhasil menjadi peraih piala champion untuk kategori Musica Sacra, diikuti Universitas Kristen Arta Wacana sebagai peraih piala champion pada kategori Gospel, dan Universitas Negeri Medan pada kategori Folklor.

Mauren, salah satu anggota Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UKI Maluku saat ditemui satuharapan.com merasa bangga dan senang atas prestasi yang telah diraih oleh kelompoknya tersebut. Ia mengaku meraih piala grand champion bukan hal yang mudah.

“Ini benar-benar kuasa dan pertolongan Tuhan yang terjadi pada kita,” katanya. Sementara itu, Joy yang salah satu anggota PSM UKI mengatakan bahwa niatnya mengikuti Pesparawi bukan sekadar untuk memperoleh juara, tapi untuk memuji Tuhan.

“Dari awal datang ke Jakarta, ke tanah orang, kami hanya punya satu keyakinan bukan soal lomba bukan soal juara, tapi bagaimana kami kasih pujian yang baik  untuk Tuhan. Kerja pada Tuhan pun itu tidak sia-sia,” ujarnya.

Sebagai penyandang predikat juara umum, Joy dan teman-temannya ingin tetap rendah hati dan tidak mau termakan pujian burung gagak.

“Kami tidak ingin termakan pujian burung gagak, jadi kalau ada yang memuji tidak usah didengar, rendah hati, tetap fokus untuk memberikan yang terbaik,” Joy menambahkan.  

Hal tentang kerendahan hati ini sesuai dengan motto yang diangkat oleh kelompok paduan suaranya, yakni ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan, dan kehidupan.

Para Peraih Medali

Tak hanya UKI Maluku yang berbahagia karena telah meraih piala grand champion, seluruh kelompok paduan suara yang ikut dalam lomba Pesparawi XIII juga turut berbahagia karena telah berhasil menyelesaikan kompetisi dengan baik dan memperoleh medali masing-masing. Berikut ini adalah daftar penerima medali sesuai kategorinya.

Untuk kategori Musica Sacra, medali perunggu diperoleh kelompok PSM Universitas Kristen Palangka Raya, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel Bandung, STAKAN Toraja, dan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Untuk medali perak diraih oleh Institut Teknologi Nasional Malang, Universitas Negeri Papua, Universitas Musamus Merauke, Universitas Kristen Petra Surabaya, Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta, Universitas Negeri Makassar, STAKN Palangkaraya, STT Jaffray Makassar, ST Musi Palembang, UNIKA De La Salle Manado, UKI Tomohon, Universitas Indonesia, Universitas Kristen Duta Wacana, dan Universitas Hassanudin.

Sementara itu, medali emas diperolah STEI Mah Eisa Manokwari, Universitas Widya Mandala Surabaya, Univesritas Tadulako, Universitas Negeri Medan, Universitas Gadjah Mada, Universitas Katholik Atma Jaya, Universitas HKBP Nomensen, Universitas Samratulangi Manado, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Palangka Raya, Universitas Lampung, Universitas Sumatera Utara, Universitas Sanata Dharma, Politeknik Negeri Manado, Universitas Cenderawasih Papua, STAKPN Ambon, Universitas Negeri Manado, Universitas Kristen Satya Wacana, Universites Pattimura Ambon, Universitas Krsiten Arta Wacana, UKI Maluku.

Untuk kategori Gospel, medali perunggu dilanjutkan medali perak diraih oleh Universitas Kristen Palangka Raya, Sekolah Tinggi Kesehatan Immanuel Bandung, Universitas Musamus Merauke, STAKAN Toraja, Institut Teknologi Nasional Malang, UNIKA De La Salle Manado, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, STAKN Palangka Raya, Universitas Indonesia, Universitas Tadulako, Universitas Negeri Papua, STT Jaffray Makassar, Universitas Kristen Petra Surabaya, Universitas Sanata Dharma, Universitas Lampung, Universitas Palangka Raya, Universitas Widya Mandala Surabaya, Universitas Hassanudin, ST Musi Palembang, Politeknik Negeri Manado, Universitas Sumatra Utara.

Medali Emas diraih oleh Universitas Negeri Medan, STEI Eisa Manokwari, Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Negeri Makassar, UKI Tomohon, Universitas Cenderawasih Papua, Universitas Katolik Atmajaya, Universitas HKBP Nomensen, Universitas Samratulangi Manado, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Negeri Manado, UKI Maluku, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Pattimura Ambon, STAKPN Ambon, Universitas , Universitas Kristen Artawacana.

Untuk kategori Folklor, tidak ada yang meraih perunggu. Juri memutuskan hanya memberikan medali perak dan emas. Peraih medali perah ialah STIK Immanuel Bandung, Universitas Indonesia, STAKN Toraja, UKI Tomohon, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Universitas Tadulako, STEI Mah Eisa Manokwari, Universitas Kristen Petra Surabaya, Universitas Kristen Palangkaraya, Universitas Lampung, Universitas Musamus Merauke, Universitas Negeri Makassar, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Papua, ST Musi Palembang, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Katolik Atma Jaya, Institut Teknologi Nasional Malang, STAKN Palangka Raya, UNIKA De La Salle Manado.

Sementara itu, peraih medali emasi ialah Universitas Gadjah Mada, Palangka Raya, Universitas Samratulangi, Universitas Widya Mandala Surabaya, Politeknik Manado, STT Jaffray Makassar, Universitas Negeri Manado, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta, Universitas Nusa Cendana, Universitas Cenderawasih Papua, Universitas Pattimura, STAKPN Ambon, Universitas Hassanudin, Universitas Sanata Dharma, Universitas Kristen Arta Wacana, Universitas HKBP Nomensen, UKI Maluku, Universitas Negeri Medan.

Ulasan Juri

Setelah melewati lomba Pesparawi selama sepekan, juri memberikan ulasannya terhadap jalannya lomba tersebut.  R. Pohan mengatakan bahwa dalam kompetisi ini terbukti bahwa melalui panggilan Tuhan, manusia akan memuji Tuhan. Semua kelompok juga dinilai telah memuji Tuhan.

“Dengan memuji Tuhan, semua peserta telah menyanyi dengan hati,” katanya. Sementara itu, Andre Thomas, juri tamu dari Florida mengaku ini adalah pertama kalinya ia datang ke Indonesia. Kesempatan pertama ini telah membuatnya takjub dengan keberagaman Indonesia.

“Ini adalah kunjungan pertama saya ke Indonesia. Saya berharap lain waktu dapat kembali lagi ke Indonesia. Saya telah menjadi juri paduan suara di Indonesia yang memiliki karakteristik berbeda-beda di setiap kategori yang berbeda-buda pula. Akan tetapi, saya menemukan satu kesamaan yang sangat spesial. Kalian semua yang telah tampil, selain memiliki musikalitas yang tinggi, tentunya juga menampilkan yang terbaik. Kalian tidak hanya bernyanyi dengan baik, tidak hanya menari dengan baik pula, tapi kalian semua telah bernyanyi dengan hati dan dengan cinta. Kami mencintai kalian dan kami bangga pada kalian,” ujar Andre Thomas yang disambut tepuk tangan riuh dari para peserta.

Mauly Purba menitik fokuskan ulasannya pada kategori foklor. Menurutnya sebagai tokoh Psikolog, festival yang mengangkat musik folklor ini telah mengangkat budaya asli Indonesia yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Kami berharap ke depan walaupun sekarang sudah cukup bagus, kami hanya ingin agar menggarap musik, nilai-nilai lokal menjadi presentasi yang pertama,” kata Mauly.  

Aida menambahkan bahwa Pesparawi dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang fantastis dan betul-betul tidak kalah dari tingkat internasional.

“Marilah kita memuji Tuhan dengan lagu-lagu yang kita perdengarkan bagi seluruh tanah air,” Aida memungkasi. 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home