Loading...
SAINS
Penulis: Dedy Istanto 14:10 WIB | Senin, 15 Juli 2013

Petisi untuk Menghentikan Perdagangan Kelelawar Buah di Sumatera

Kelelawar Kapauk (Pteropus vampyrus) menjadi sasaran perburuan untuk diperjual belikan di Sumatera, sebagai salah satu obat alternatif untuk penderita asma. (Foto: mundozoologia.wordpress.com).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kelelawar di Sumatera menjadi dijadikan petisi terkait perdagangan kelelawar buah (Fruit bats) yang ada disetiap jalan untuk dikonsumsi sebagai obat asma salah satu alternatif obat tradisional. Petisi ini disampaikan dalam sebuah petisi di care2petitionsite  http://www.thepetitionsite.com/794/315/410/stop-selling-fruit-bats/?z00m=20593372 dengan jumlah penandatangan terakhir pada hari Minggu, (14/7) sekitar 22.000 orang.

Kelelawar buah dapat merugikan secara ekonomi, karena kelelawar sebagai salah satu mata rantai kehidupan yang mempunyai peran penting membantu proses penyerbukan berbagai jenis pohon buah. Jika hal tersebut dibiarkan maka hasil buah seperti durian, mangga, pisang dan sebagainya tidak dapat berbuah dengan baik.

Kelelawar yang sering banyak diburu untuk konsumsi adalah jenis kalong kapauk (Pteropus vampyrus). Hingga sekarang hal tersebut masih terjadi di wilayah Sumatera. Berdasarkan catatan makalah penelitian, tidak hanya kalong kapauk, tapi juga kalong lalai kembang dan kusing dayak juga menjadi incaran perburuan.

Dalam petisi tersebut Pemerintah Indonesia khususnya kepada Kementerian Lingkungan Hidup agar melarang penjualan kelelawar buah yang ada di wilayah Sumatera. Hal ini disampaikan karena sembilan jenis kelelawar buah telah ditetapkan dalam Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora.

Editor : Yan Chrisna


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home