Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 08:49 WIB | Kamis, 26 November 2015

PM Prancis Desak Batasi Imigran, Alasan Keamanan

Ilustrasi: Imigran dan pengungsi sedang menunggu untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Chios, Yunani, dari Cesme di Provinsi Izmir, Turki pada 4 November. Sekitar 800.000 imigran masuk secara ilegal menuju Uni Eropa sejauh tahun ini, kata kepala badan perbatasan Frontex UE dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Bild Jerman. (Foto:AFP/Bulent Kilic).

PARIS, SATUHARAPAN.COM - Perdana Menteri (PM) Prancis, Manuel Valls,  mendesak Uni Eropa membatasi jumlah pendatang masuk ke kelompok tersebut, menyusul peningkatan masalah keamanan seusai serangan di Paris.

"Mengendalikan perbatasan luar sangat penting bagi masa depan Uni Eropa. Jika kita tidak melakukannya, orang akan berkata, 'Cukup, Eropa!," kata dia dalam makan siang dengan media asing, yang disiarkan majalah Jerman, Suddeutsche Zeitung, hari Rabu (25/11) seperti diberitakan AFP.

Menurut Valls, Eropa harus mengatakan tidak mampu lagi menampung banyak pendatang. Eropa berjuang berbulan-bulan untuk mengatasi krisis pendatang terbesar sejak Perang Dunia II, namun masalah keamanan meningkat sejak anggota kelompok bersenjata ISIS membunuh 130 orang di Paris pada 13 November, yang merupakan serangan terburuk di tanah Prancis.

Pada Jumat (20/11)  Uni Eropa sepakat segera mereformasi zona bebas paspor Schengen dalam pertemuan di Brussels, dimana Prancis juga mendorong skema kontroversial untuk mengumpulkan data penumpang pesawat.

Paris juga meningkatkan upaya untuk membentuk koalisi internasional melawan ISIS, yang telah mendeklarasikan diri sebagai khalifah di Suriah dan Irak.

Valls juga memperingatkan bahwa ISIS merupakan ancaman bagi Jerman dan Italia.

Ia mengatakan Uni Eropa harus melindungi diri dengan mengatasi akar masalah krisis pendatang dan memastikan jutaan orang yang melarikan diri dari Suriah mengungsi ke negara-negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Irak dan Suriah daripada pergi ke Uni Eropa.

"Eropa harus menemukan cara untuk memastikan para pendatang pergi ke negara-negara tetangga Suriah. Jika tidak, kemampuan Eropa yang untuk secara efektif mengendalikan perbatasan, akan dipertanyakan," ujar Valls. (Ant/AFP)

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home