Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 17:26 WIB | Jumat, 30 Desember 2016

Polisi akan Periksa PM Israel Netanyahu Atas Kasus Korupsi

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. (Foto: dari Times of Israel)

YERUSALEM, SATUHARAPAN.COM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan segera diperiksa oleh kepolisian sebagai bagian dari penyelidikan kasus korupsi, menurut laporan media setempat, hari Kamis (29/12).

Menurut laporan stasiun televisi Channel 2, Netanyahu diduga menerima suap dari dua pengusaha, yakni seorang pengusaha Israel dan seorang warga negara asing.

Channel 2 menyatakan kepolisian Israel telah menyelidiki kasus korupsi tersebut selama sekitar delapan hingga sembilan bulan dan menginterogasi sekitar 50 orang yang berujung dengan penemuan bukti tiga pekan lalu.

Channel 2, yang merupakan stasiun televisi terpoluler di Israel, menyatakan Netanyahu akan dipanggil untuk diperiksa kemungkinan awal pekan depan. Di sisi lain, juru bicara perdana menteri membantah laporan tersebut.

Kementerian Kehakiman dan kepolisian menolak memberikan komentar. Namun, kepolisian menyatakan pihaknya akan memberikan informasi kepada publik mengenai kasus tersebut pada saat yang tepat dan laporan yang beredar di media hanya spekulasi.

Pada Juli lalu, Jaksa Agung Avichai Mandelblit mengatakan dia memerintahkan penyelidikan kasus yang melibatkan Netanyahu.

Detail mengenai penyelidikan tersebut tidak diungkapkan kepada publik dan Netanyahu berulang kali menyangkal melakukan kesalahan.

Netanyahu mengaku menerima uang dari konglomerat Prancis Arnaud Mimran, yang divonis penjara delapan tahun atas kasus penipuan senilai 283 juta euro (setara Rp 4,03 triliun) terkait perdagangan emisi karbon dan izin serta pajak perdagangan tersebut.

Juru bicara Netanyahu mengatakan sang perdana menteri menerima 40.000 dolar Amerika (setara Rp 540,54 juta) dari Mimran pada 2001 ketika dia belum menjabat sebagai bagian dari dana untuk sejumlah kegiatan termasuk promosi Israel di luar negeri.

Netanyahu juga menjadi sorotan atas dugaan konflik kepentingan dalam pembelian kapal selam dari perusahaan Jerman.

Menurut laporan media, dugaan konflik kepentingan tersebut terkait pengacara keluarga Netanyahu, David Shimron, selaku agen Israel untuk perusahaan Jerman ThyssenKrupp, yang merupakan produsen kapal selam Dolphin. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home