Loading...
INDONESIA
Penulis: Sabar Subekti 10:22 WIB | Rabu, 13 Oktober 2021

Polisi Temukan 50 Kilogram Bahan Peladak TATP di Gunung Ciremai

Kabag Penum Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, ketika memberikan keterangan tentang penemuan bahan peledak TATP di Gunung Ciremai, Jawa Barat, Senin (4/10).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Polisi temukan 50 kilogram bahan peledak TATP di Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat.

Detasemen Khusus (Densus) 88 bersama tim Jibom Brimob Polda Jabar, Polres Majalengka, dan tim Lapas Sentul menemukan bahan peledak berupa TATP (Triacetone Triperoxide) pada ketinggian 1.450 mdpl (meter di atas permukaan laut) tepatnya di kaki gunung Ciremai.

“Di sebuah lokasi tersembunyi dan sulit untuk dijangkau, di seputaran Blok Cipager, Desa Bantar Agung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat,” kata Kabag Penum Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, Senin (4/10).

Dari hasil pencarian, kata Ahmad, ditemukan sejumlah TATP dalam beberapa wadah terpisah. Ditemukan pula sebuah toples berisi 10 kilogram TATP murni, botol plastik ukuran 250 mililiter berisi gotri (besi bulat berukuran kecil), empat Tupperware berisi TATP murni dan C1, dan setengah botol air minum besar berisi TATP yang sudah berubah warna.

Tim Jibom Brimob Polda Jabar melakukan tindakan pemusnahan (disposal) terhadap bahan peledak tersebut di sekitar lokasi penemuan. Hasil pemusnahan,menunjukkan bahan peledak tersebut menghasilkan efek ledakan yang dahsyat.

Terbukti TATP sebanyak 50 gram yang dimusnahkan di atas tanah, menimbulkan lubang dengan diameter sekitar satu Meter dengan kedalaman 20 Cm.

Densus 88 melakukan pencarian bom di Ciremai usai mendapatkan informasi dari eks narapidana teroris bernama Imam Mulyana. Dia merupakan terduga teroris yang berniat membahayakan Presiden RI Jokowi saat akan menghadiri acara penutupan kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) ke IX Tahun 2017 di Taman Gua Sunyaragi, Cirebon.

“Dari penangkapan Imam, Densus 88 mengamankan satu buah koper yang berisi sangkur, airsoft gun, buku ajakan berjihad, dan beberapa benda mencurigakan lainnya,” katanya.

Dari hasil penyelidikan awal pada saat itu, Imam diketahui terkait dengan jaringan JAD (Jamaah Ansharuth Daulah) dan berniat untuk merampas senjata anggota polisi yang mengamankan kedatangan presiden, dan melukai Jokowi.

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home