Loading...
EKONOMI
Penulis: Sotyati 09:06 WIB | Sabtu, 15 November 2014

Presiden Ingin Segera Sederhanakan Perizinan Investasi

Presiden Joko Widodo ketika tiba di Brisbane, Australia, Jumat (14/11) untuk menghadiri KTT G-20. (Foto: setkab.go.id)

BRISBANE, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo menilai salah satu hambatan peningkatan investasi dan iklim usaha di Indonesia saat ini adalah prosedur perizinan yang belum sederhana, sehingga menyulitkan kalangan pengusaha.

"Masalah izin terlalu lama. Saya sudah mendengar dari bawah, investor lokal maupun dari luar, (mengurus)  izin pembangkit tenaga listrik saja sampai dua tahun. Ada yang empat tahun belum rampung. Terakhir ada yang enam tahun belum selesai. Ya, udah bubar dong. Gimana?" kata Presiden di Brisbane, Jumat (14/11) malam, saat bertemu dengan masyarakat Indonesia di Australia.

Kepala Negara mengatakan keluhan mengenai rumitnya perizinan masih banyak diungkapkan berbagai kalangan.

Proses yang seharusnya bisa berjalan dengan sederhana, tidak perlu dibuat rumit karena pada gilirannya akan menyulitkan semua pihak dan mengganggu perekonomian. "Ini, artinya, masalah niat. Oleh sebab itu, pas jadi wali kota (Solo, Red), saya bangun one stop service office. Nasional, enam bulan one stop service office harus selesai," dia menegaskan.

Ia menambahkan, "Saya ingin manajemen kontrol dan checking, supaya jadi kebiasaan, dan jadi berjalan. Revolusi ini yang ingin kita lakukan, merevolusi pola pikir dan mindset kita."

Presiden Joko Widodo mengunjungi Australia untuk menghadiri KTT G-20 yang berlangsung akhir pekan ini. Presiden sebelumnya juga menghadiri KTT ASEAN dan KTT APEC. (Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home