Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 12:57 WIB | Jumat, 03 Februari 2017

Presiden Turki Tegur Merkel Gunakan Istilah Teror Islamis

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogann di Ankara, Turki, hari Kamis (2/2). (Foto: reuters.com/hurriyetdailynews.com)

ANKARA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegur Kanselir Jerman Angela Merkel karena menggunakan istilah “terorisme Islamis,” mengatakan bahwa frase tersebut tidak sesuai dan membuat sedih umat Islam.

Saat berbicara usai pertemuan bilateral dengan Erdogan, Merkel berbicara tentang perlunya bagi Turki dan Jerman untuk bekerja sama lebih jauh dalam perang melawan teror, termasuk “terorisme Islamis” dan militan Partai Pekerja Kurdi (Partiya Karkeren Kurdistane/PKK).

“Kami berbicara secara rinci tentang… sejumlah isu perang melawan terorisme Islamis, melawan setiap bentuk terorisme, juga terorisme PKK,” katanya bersama dengan Erdogan di istana kepresidenan di Ankara.

“Kami sepakat bahwa kami ingin bekerja sama, kami semua terkena dampak dari masalah ini. Kami sepakat untuk menjalin kerja sama lebih erat di masa mendatang,” katanya.

Erdogan, yang duduk di samping Merkel, terlihat emosi saat dia berbicara.

Banyak muslim menentang setiap upaya untuk menyamakan Islam dengan teror, menegaskan bahwa orang-orang yang melakukan kejahatan yang kabarnya atas nama Islam sebenarnya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan agama yang mendukung perdamaian tersebut.

“Istilah ‘teror Islamis’ ini benar-benar membuat sedih kami sebagai muslim,” jawab Erdogan, Kamis (2/2), melirik dengan tegas ke arah sang kanselir.

“Istilah tersebut tidak tepat karena Islam dan teror tidak bisa dikaitkan. Arti dari Islam adalah perdamaian.”

Dia mengatakan akan “disayangkan” jika istilah itu digunakan karena kejahatan kelompok ekstremis ISIS, yang dituding atas serangkaian serangan di Turki sepanjang tahun lalu.

“Saya mohon jangan menggunakan istilah itu. Selama istilah itu digunakan, kami perlu menentangnya. Sebagai seorang presiden muslim secara pribadi saya tidak bisa menerima itu,” katanya.

Komentar sang presiden disampaikan setelah kedua pemimpin membahas serangkaian isu yang sangat sensitif dalam kunjungan kanselir Jerman ke Ankara selama satu hari, di tengah lonjakan ketegangan antara Ankara dan Berlin. (AFP)

 


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home