Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 18:20 WIB | Senin, 17 Oktober 2016

Putin Minta Koalisi AS Hindari Jatuhnya Korban Sipil di Mosul

(Belakang, kiri ke kanan) Presiden Brasil Michel Temer, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Tiongkok Xi Jingping dan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma bertepuk tangan saat menteri negara-negara anggota BRICS (depan) berpose dengan dokumen kesepakatan saat sesi KTT BRICS di hotel Taj Exotica di Goa, 16 Oktober 2016. (Foto: AFP)

MOSKOW, SATUHARAPAN.COM - Presiden Vladimir Putin meminta koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) menghindari jatuhnya korban sipil dalam pertempuran merebut kembali kota Irak, Mosul, dari kelompok ekstremis ISIS.

“Kami berharap rekan Amerika Serikat (AS) kami, dan dalam kasus ini rekan Prancis kami juga, akan bertindak secara selektif dan melakukan apa pun untuk meminimalkan jumlah korban sipil,” ungkap Putin dalam konferensi pers yang ditayangkan di televisi di sela-sela KTT BRICS di India, hari Minggu (16/10).

“Tentu kami tidak akan mendramatisasi masalah ini, seperti yang dilakukan rekan kami di Barat, karena kami paham bahwa kami perlu memerangi terorisme, dan tidak ada cara lain selain bertempur secara aktif,” tambahnya.

ISIS menguasai Mosul dan area lain di Irak pada Juni 2014, tetapi pasukan Irak sejak saat itu telah berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah dari ekstremis tersebut dan - dengan dukungan koalisi pimpinan AS yang mencakup Prancis - sedang menyiapkan serangan untuk merebut kembali kota itu. 

Sementara di Suriah, angkatan udara Rusia saat ini mendukung serangan dari pasukan rezim di Aleppo timur sehingga memicu Barat menuduh Moskow atas dugaan kejahatan perang. 

Lebih dari 370 orang, termasuk hampir 70 anak-anak, telah tewas dalam serangan bom rezim dan Rusia di Aleppo timur sejak serangan rezim dimulai pada 22 September, ungkap Observatorium HAM pekan ini. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home