Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 19:29 WIB | Senin, 01 Februari 2016

Rapat Blok Masela, Jokowi: SDA Bukan untuk Segelintir Orang

Presiden Jokowi (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) saat memimpin rapat terbatas mengenai Blok Masela di Kantor Presiden, Kompleks Istana Presiden, Jakarta Pusat, hari Senin (1/2). (Foto: Martahan Lumban Gaol)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menekankan Sumber Daya Alam (SDA) harus dimanfaatkan dan dikelola sebaik-baiknya untuk kepentingan seluruh masyarakat, bukan segelintir orang saja.

“Saya ingin menekankan, amanat konstitusi yang menyatakan secara tegas dan jelas bahwa pemanfaatan SDA itu harus untuk rakyat dan semua orang, bukan segelintir orang," kata Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai Blok Masela di Kantor Presiden, Kompleks Istana Presiden, Jakarta Pusat, hari Senin (1/2).

Berangkat dari pernyataan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan tidak akan mengambil keputusan terkait pengembangan Blok Masela yang terletak di Provinsi Maluku, sebelum bertemu dengan kontraktor blok minyak dan migas tersebut. Presiden Jokowi ingin mencegah salah pilih sistem pengembangan kilang yang justru hanya bermanfaat untuk segelintir orang.

"Karena sebelum saya masuk ke darat atau laut, saya mau ketemu dulu dengan investor kontraktornya. Kalau belum itu saya tidak akan putuskan," ujarnya.

Presiden Jokowi juga mengatakan ingin mendengarkan terlebih dahulu mengenai pembangunan di Blok Masela langsung dari Gubernur Maluku, Said Assagaff. "Tapi karena ada Pak Gubernur, kita dengar juga hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan wilayah," ucap Presiden.

Dalam rapat yang digelar sore ini, hadir juga Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, dan sejumlah menteri terkait lainnya.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Back to Home