Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Francisca Christy Rosana 12:05 WIB | Rabu, 29 April 2015

Restorasi Budaya, Pemprov DKI Fasilitasi Komunitas Seni

Lin che wei, CEO JOTRC saat jumpa pers Pencanangan Pendidikan dan Komunitas Musik, Teater, Film Kota Tua di Gedung Roa, Jalan Malaka, Rabu (29/4)(Foto: Francisca CR)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (JOTR) merencanakan membangun fasilitas pendidikan dan komunitas untuk film, musik, serta teater di Kota Tua, Jakarta Barat.

Pembaruan Kota Tua menjadi restorasi kebudayaan yang berlokasi di Jalan Malaka nomor 7-9, Jakarta Barat ini merupakan instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beberapa bulan silam.

“Awalnya, Ahok berinisiatif membuat tempat untuk screening film. Yang pada waktu itu dibicarakan memang baru film. Lalu Ahok berpandangan DKI akan menyewa gedung BUMN selama 20 tahun. JOTRC diminta mengurus perizinan,” ujar Lin che wei, CEO JOTRC di Gedung Roa, Jalan Malaka, Rabu (29/4).

Gedung akan menjadi pusat pendidikan eksternal dan pembentukan komunitas film, musik, dan teater di Kota Tua.

Pemprov menyewa gedung bersejarah ini dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) selama 20 tahun dan sewa gedung akan dihibahkan pada yayasan yang menaungi Institut Kesenian Jakarta yang dipimpin Slamet Rahardjo Djarot.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah memberi izin PT Pembangunan Kota Tua Jakarta untuk menggunakan lokasi PT PPI.

“Kami baru sadar dan beruntung bersama-sama JOTRC membangun kawasan Kota Tua. Masuk kembalinya institusi pendidikan dan seni akan cepat mendorong pertumbuhan Kota Tua,” ujar Prasetyo Indrohartono, perwakilan PT PPI.

Kota Tua sebagai bagian wilayah dari Ibu Kota memiliki nilai historis yang panjang. Pada masa lampau, bangunan di Kota Tua menjadi sentra produksi seni dan budaya. Tak lepas dari sejarahnya, 1743 hingga 1755 bangunan yang dikenal dengan Toko Merah berfungsi sebagai Dutch Academic de Mareni, lembaga pelatihan bagi para pelaut. Dalam perkembangannya, pada 1778 didirikan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen atau Batavia Society for Arts and Science.

Dibentuknya sarana pendidikan seni di Kota Tua diharapkan dapat mengembalikan pengembangan budaya dan pendidikan sebagai kunci utama revitalisasi.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menyatakan mendukung penuh dan berencana memberi intensif dan mendorong seniman, pemusik, insan film, siswa untuk hidup, bekerja, dan berkiprah di Kota Tua sesuai dengan slogannya, 'to Work, to Live, to Play.'

“Untuk pembiayaan sewa menyewa nanti akan dibicarakan lebih lanjut. Pada primsipnya Pemprov DKI mendukung sekali seni tradisi perfilman, tari, dan lain-lainnya. Pemprov sangat mendukung pembangunan ini,” ujar Heru mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Purba Hutapea.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home