Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 17:46 WIB | Sabtu, 15 Oktober 2016

RI Bidik Pasar Produk Elektronik-Bangunan di Canton Fair

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Arlinda. (Foto: Dok. satuharapan.com/Melki Pangaribuan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag), Arlinda, mengatakan di tengah perlambatan ekonomi dunia, Pemerintah Indonesia terus bertekad menggenjot ekspor produk Indonesia.

Salah satunya, kata Arlinda, Indonesia membidik pasar ekspor produk elektronik dan bahan bangunan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan berpartisipasi dalam the 120th China Import and Export Fair (Canton Fair) 2016 Phase I pada 15-19 Oktober 2016 di China Import and Export Fair Complex, Guangzhou, RRT.

“Promosi ekspor produk Indonesia harus terus digiatkan. Kami (Kemendag) optimistis upaya menggenjot nilai ekspor melalui penetrasi pasar ke Negeri Tirai Bambu ini akan membuahkan hasil positif,” kata Arlinda dalam keterangan tertulis, hari Sabtu (15/10).

Canton Fair merupakan pameran produk ekspor impor terbesar di RRT sejak 1957. Menempati area pameran seluas 1,18 juta meter persegi, Canton Fair Fase I menghadirkan 60.000 booth peserta yang diikuti oleh 40 negara serta akan dikunjungi oleh lebih dari 80.000 pengunjung.

Indonesia akan mempromosikan produk-produk elektronik dan bahan bangunan berkualitas tinggi. Selama periode Januari-Juli tahun 2016, ekspor produk elektronik Indonesia ke RRT mencapai US$ 173,14 juta.

Selain produk elektronik, Indonesia juga membidik pasar bahan bangunan di RRT. Pada periode Januari-Juli tahun 2016 ekspor bahan bangunan Indonesia ke RRT sebesar US$ 321,57 juta. Terdapat kenaikan 656,27 persen dari periode yang sama di tahun 2015 yang nilainya sebesar US$ 42,52 juta.

Arlinda berharap ekspor produk-produk ini ke RRT dapat berkontribusi semakin meningkatkan neraca perdagangan nasional.

“Harapan saya, pameran ini dapat mendongkrak ekspor produk elektronik dan bahan bangunan Indonesia,” katanya.

Selama pameran, Indonesia menampilkan Paviliun Indonesia yang memiliki desain spesial, bertemakan “Trade with Remarkable Indonesia”. Paviliun Indonesia akan menempati area di International Pavilion Hall 9.3 Area G.

Paviliun Indonesia akan menampilkan PT Hartono Elektronik/Polytron (produk elektronik), PT. Sinar Rungkut (lampu), Bioindustries (paint & chemical), Golden Coco (wall panel, flooring) dan PT. Yooshin Indonesia (pintu dekoratif).

Perwakilan Indonesia di RRT juga turut berpartisipasi meningkatkan ekspor produk Indonesia melalui pameran ini. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou dan Atase Perdagangan Indonesia di Beijing berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk dapat mendatangkan buyer potensial dari RRT dan negara sekitarnya ke Paviliun Indonesia.

Canton Fair terdiri atas tiga fase yang menampilkan produk-produk berbeda di setiap fasenya. Fase I pameran akan menampilkan produk electronic & household electrical appliances, lightning equipment, vehicles & spare parts, machinery, hardware & tools, building materials, chemical products, energy resources, dan international pavilion.

Fase II menampilkan antara lain produk mainan dan dekorasi rumah. Sementara Fase III akan menampilkan produk tekstil, perlengkapan kantor, hingga obat-obatan.

Canton Fair memiliki 50 area pameran, di antaranya adalah International Pavilion yang diisi oleh 400 peserta dari berbagai negara. Selain Indonesia, negara Asia lainnya yang turut berpartisipasi pada International Pavillion adalah Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, India, dan Vietnam.

RRT merupakan mitra dagang utama Indonesia. Total perdagangan Indonesia dengan Tiongkok pada periode Januari-Juli 2016 adalah US$ 24,91 miliar. Pada 2015, total ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok sebesar US$ 13,26 miliar, sementara pada periode Januari-Juli 2016 adalah US$ 7 miliar.

“Potensi ekspor produk-produk Indonesia ke RRT masih sangat besar. Dengan ikut serta dalam Canton Fair 2016, nilai ekspor ini akan terus naik,” kata Arlinda. 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home