Loading...
FOTO
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 01:21 WIB | Kamis, 02 Juni 2016

RUN: Saat Nasirun Berlari

RUN: Saat Nasirun Berlari
Lukisan perupa Nasirun di atas badan mobil Mercedes Benz Batman (220S) dan Tiger (280) pada pameran tunggal RUN: Embracing Diversity di pelataran Sportorium Universitas Muhamadiyah. (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
RUN: Saat Nasirun Berlari
Mercedes Bens 280S (1970).
RUN: Saat Nasirun Berlari
Spirit of Wayang di atas body Mercedes Bens SL 500-AMG.
RUN: Saat Nasirun Berlari
Toyota Celica (2004).
RUN: Saat Nasirun Berlari
The Journey of an Angel pada Fiat Konde 1100 (1955).
RUN: Saat Nasirun Berlari
Lukisan The Story of Bouraq pada gerobak kayu.
RUN: Saat Nasirun Berlari
Toyota Land Cruiser (1973).
RUN: Saat Nasirun Berlari
VW Caravele GL: Spirit of Budha.

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Dua puluh enam mobil dari berbagai merek, tahun, dan jenis di tangan perupa Nasirun seolah menjadi kanvas bagi ide-ide yang membuncah di kepalanya.

Mobil Mercedes Benz mulai dari seri Batman (220S), Mini (200), Tiger (280E), S Class (S320), hingga SL Class (SL 500) dilukis dalam bentuk abstrak maupun lukisan wayang yang menjadi salah satu ciri khas Nasirun.

Spirit of Wayang di atas body SL 500, dengan konfigurasi mesin V-8 berkapasitas 4973 cc yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 308 HP dalam hitungan 5 detik akan membuat lukisan Spirit of Wayang benar-benar menyerupai bayang-bayang bagi yang dilewatinya.

VW Caravele GL dengan badan lebar mendapat sentuhan lukisan dari epos pewayangan yang ada maupun kisah perjalanan Budha (Spirit of Budha)

Di atas sebuah Fiat konde 1100 lansiran tahun 1955, Nasirun menceritakan perjalanan malaikat (The Journey of an Angel) dalam cat minyak di atas badan mobil.

Tidak ketinggalan sebuah Toyota Landcruiser mendapat sentuhan lukisan wayang kontemporer serta Toyota Celica (2004) dengan guratan kuas abstrak menjadikan Toyota LC dan Celica bak die-cast raksasa.

Tidak berhenti di situ, gerobak kayu penuh lukisan-pahatan ditarik dua buraq seolah mengajak Nasirun berlari dan terbang menjemput impian (The Story of Bouraq).

Masih banyak karya Nasirun yang mengajak berlari (RUN): replika Harley Davidson dari kayu, patung kuda, lukisan dalam kanvas besar,  lukisan-ukiran kayu, instalasi pagupon, lukisan-pahatan dalam perahu kano/sampan (Spirit of the Dragon), lukisan-ukir-patung King, Queen, and Globe, lukisan ornamentasi Hutanku Terluka dipamerkan di Sportorium Univ. Muhammadiyah Yogyakarta dari 29 Mei hingga 2 Juni 2016.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home