Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 07:52 WIB | Senin, 24 Februari 2020

Serangan Bom di Ethiopia Menargetkan Pendukung Perdana Menteri

Pawai solidaritas untuk Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed. (Foto: dok. AFP)

ADDIS ABABA, SATUHARAPAN.COM-Serangan bom terjadi pada sebuah pawai yang mendukung Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, hari Minggu (23/2) melukai 29 orang, kata Arasa Merdasa, pejabat polisi polisi Oromia, Ethiopia.

Peristiwa itu terjadi di kota Ambo, sekitar 100 kilometer barat ibu kota, Addis Ababa, dan menandai ketidakstabilan negara itu menjelang pemilihan umum pada Agustus mendatang. "Polisi telah menangkap enam orang yang diduga pelaku serangan itu," kata Arasa.

Dewan pemilihan Ethiopia telah menjadwalkan pemilihan nasional pada 29 Agustus. Partai-partai oposisi dan organisasi masyarakat sipil mempertanyakan apakah pemilu akan damai dan kredibel, mengutip kekerasan etnis yang terus-menerus sejak Abiy diangkat sebagai perdana menteri pada 2018, setelah beberapa tahun digelar protes anti-pemerintah. Periode kampanye secara formal dimulai pada bulan Mei mendatang.

Abiy tidak menghadiri pawai rapat umum hari Minggu itu yang diselenggarakan oleh para pejabat di Ambo. Dia adalah pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2019, dan berharap pemilihan akan memberinya mandat untuk melanjutkan agenda reformasi politik dan ekonomi negara itu.

Arasa mengatakan serangan hari Minggu diyakini dilakukan oleh Tentara Pembebasan Oromo (OLA), sayap bersenjata yang memisahkan diri dari Front Pembebasan Oromo, sebuah partai oposisi.

Para pejabat juga menyalahkan OLA atas pembunuhan pada hari Jumat (21/2) terhadap pejabat tinggi keamanan di Burayu, kota lain Oromia yang terletak di pinggiran Addis Ababa. Serangan itu menyebabkan tiga orang cedera, dan polisi "berjanji untuk memburu" mereka yang bertanggung jawab. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home