Loading...
EKONOMI
Penulis: Bayu Probo 18:41 WIB | Rabu, 23 April 2014

Seskab: Akuisisi BTN Tidak Tepat

Sekretaris Kabinet, Dipo Alam. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Sekretaris Kabinet, Dipo Alam, mengatakan,  proses akuisisi Bank Tabungan Negara oleh Bank Mandiri tidak tepat karena berpotensi menimbulkan dampak luas menjelang pemilihan presiden dan akhir masa kerja Kabinet Indonesia Bersatu II.

Dia mengatakan hal itu melalui surat yang disampaikan kepada menteri koordinator perekonomian, menteri keuangan, menteri BUMN dan direksi Bank Mandiri serta direksi BTN

“Dalam masalah rencana (akuisisi) Bank BTN dan Bank Mandiri, telah dikirim surat (kepada para pemangku kepentingan) yang isinya (para pemangku kepentingan) tidak mengambil kebijakan strategis yang berdampak luas,” kata Alam, dalam keterangan pers, di Kantor Sekretaris Kabinet, Jakarta, Rabu (23/4).

Dia mengatakan, berdasarkan potensi berdampak luas itu, maka rencana pengalihan saham yang berpotensi bisa meresahkan masyarakat dan karyawan itu (diminta) ditunda sampai ada kejelasan.

Ia memaparkan rencana pengalihan sama itu harus merujuk pada peraturan yang ada yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 41/2003.

“Rencana pelepasan itu mendahulukan pemenuhan prosedur dan tata cara yang ada tentang merger PP nomor 41 tahun 2003 dan PP nomor 43 tahun 2005,” kata Dipo Alam.

Ditambahkan dia, “)Rencana itu) dikaji bersama secara komprehensif sebagaimana peraturan di bidang BUMN dan Keuangan Negara, tidak dipublikasikan secara luas pada masyarakat sebelum terpenuhinya prosedur sebagaimana aturan yang ada.”

Dia menjelaskan, surat kepada Menko Perekonomian, Menkeu, Menteri BUMN, Direktur Bank Mandiri dan Direktur BTN tersebut merujuk pula pada surat edaran Seskab kepada semua anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, Jaksa Agung, Kapolri dan Kepala Lembaga yang mengingatkan instruksi Presiden untuk tidak mengambil kebijakan atau program yang berdampak luas guna menjaga situasi kondusif menjelang pilpres hingga berakhirnya masa kerja kabinet.

“Hal tersebut sudah dikemukakan presiden dalam dua kali sidang kabinet,” katanya.

Terkait dengan surat yang dikirimkan pada Menko Perekonomian, Menkeu, Menteri BUMN, Direktur Mandiri dan Direktur BTN tersebut, Dipo berharap masyarakat dan karyawan di Bank Mandiri maupun Bank BTN dapat memahaminya.

KADIN: Akuisisi BTN Jangan Rugikan Usaha Properti

Kamar Dagang dan Industri Indonesia mengingatkan akuisisi Bank Tabungan Negara oleh Bank Mandiri jangan sampai merugikan pengusaha perumahan yang ada di daerah yang selama ini sudah bekerja sama baik dengan BTN.

“Perumahan itu bisnis yang cepat dilakukan dengan investasi jangka panjang lalu apabila salah pengelolaan karena akibat akuisisi maka siapa yang mau tanggung jawab,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Tertinggal Natsir Mansyur di Jakarta, Rabu.

Natsir mengatakan sekitar 70 persen pengusaha di wilayah luar Jakarta menekuni bisnis perumahan dan konstruksi. Karena itu, menurut dia, keberadaan bank khusus yang menangani perumahan sangat penting untuk mendukung usaha mereka.

“Kami hanya memberikan masukan karena kedua bank itu (BTN dan Bank Mandiri) merupakan milik pemerintah,” ujarnya.

Menurut dia, kalangan pengusaha menginginkan bank yang bersegmentasi di perumahan dan industri bukan bank “supermarket” yang melayani berbagai hal sehingga bisa menimbulkan kekisruhan.

Wakil Ketua Komite Tetap Modal Ventura dan Pembiayaan Alternatif Kadin Indonesia Irwi Indiastuti Tjahyani menilai prospek bisnis perumahan sangat besar sehingga aspek bisnis dari perbankan akan sangat menguntungkan.

Menurut dia, di era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, bank asing akan mengekspansi pasar perumahan dalam negeri Indonesia.

“Saya menilai sayang sekali apabila pasar perumahan ini dimanfaatkan oleh bank asing sehingga lebih baik diambil oleh bank lokal karena keuntungan akan kembali ke pemerintah,” katanya.

Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan akuisisi BTN bertujuan memperluas pangsa pasarnya agar lebih bisa menyalurkan kredit perumahan.

Saat ini Kementerian BUMN sedang menjalankan prosedur rencana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri dan menjamin bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak akan naik. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home