Loading...
EKONOMI
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:32 WIB | Senin, 08 September 2014

Sukuk Global Dorong Rupiah Menguat

Rupiah Senin (8/9) pagi menguat Menjadi Rp 11.715. (Foto: dok satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (8/9)  pagi, bergerak menguat sebesar 44 poin menjadi Rp 11.715 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 11.759 per dolar AS.

"Mata uang rupiah menguat, seiring dengan penerbitan sukuk global senilai 1,5 miliar dolar AS oleh pemerintah Indonesia yang cukup diapresiasi oleh investor. Ini menunjukkan investor masih percaya terhadap ekonomi domestik," kata Analis Riset Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada di Jakarta, Senin (8/9).

Ia mengemukakan, bahwa stabilitas ekonomi Indonesia juga masih baik dan diperkirakan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 5,1 persen di tengah gejolak global. Sukuk global yang diterbitkan pemerintah sebesar 1,5 miliar dolar AS itu, memiliki tenor 10 tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2024.

Di sisi lain, lanjut dia, melemahnya sektor ketenagakerjaan AS membuat pelaku pasar cenderung melepas dolar AS, sehingga laju mata uang Amerika Serikat pun terdepresiasi terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia setelah beberapa hari sebelumnya mengalami kenaikan.

"Pelaku pasar menilai jika sektor ketenagakerjaan AS belum sepenuhnya stabil, bank sentral AS (the Fed) belum tentu akan menaikan suku bunganya lebih cepat," katanya.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan, bahwa menurunnya data ketenagakerjaan AS mengikis optimisme pasar terhadap ekonomi AS, dan memunculkan ekspektasi bahwa the Fed akan menjaga suku bunganya di level rendah untuk jangka waktu relatif lebih lama.

Ia memaparkan bahwa Departemen Tenaga Kerja AS merilis data "Non Farm Payrolls" tumbuh 142.000 pada bulan Agustus, atau jauh di bawah ekspektasi kenaikan 225.000.

"The Fed diperkirakan mempertimbangkan kembali untuk menaikkan suku bunganya lebih cepat. Data yang di bawah estimasi juga akan membuat pelaku pasar berhati-hati," katanya. (Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home