Loading...
INSPIRASI
Penulis: Trisno S Sutanto 04:12 WIB | Jumat, 09 Agustus 2013

Surat Meredith untuk Tuhan

Abbey dan Meredith. (Foto: Istimewa)

SATUHARAPAN.COM - Kisah ini beredar di internet. Seseorang menerbitkannya dalam grup Facebook Suspended Coffee yang saya ikuti. Karena kisahnya sangat menyentuh, mungkin Anda mau mendengarnya juga. Begini:

Abbey, anjing kami yang berusia 14 tahun, baru saja meninggal bulan lalu. Sehari setelah anjing itu meninggal, Meredith, anak saya yang baru berusia empat tahun, meratap dan bercerita tentang betapa ia merindukan Abbey. Ia bertanya apakah kami dapat membantu ia menulis surat kepada Tuhan agar, ketika Abbey sampai di surga, Tuhan akan mengenalinya. "Rasanya bisa," kata saya padanya. Lalu Meredith mendiktekan isi surat itu.

Tuhan yang baik,

Maukah Dikau memperhatikan anjingku? Ia meninggal kemarin dan bersama Dikau di surga. Aku sangat merindukannya. Aku senang Dikau memberiku kesempatan memilikinya sebagai anjingku, sekalipun ia jatuh sakit. Aku berharap, Kau mau bermain dengannya. Ia suka berenang dan bermain-main dengan bola.

Bersama surat ini aku kirimkan fotonya sehingga saat Kau melihatnya akan segera tahu itulah anjingku. Aku sungguh merindukannya.

Dengan cinta, Meredith.

Kami memasukkan surat itu ke dalam amplop bersama foto Abbey dan Meredith dan menujukannya pada Tuhan/Surga. Kami menulis alamat kami di baliknya. Lalu Meredith menempel banyak perangko di amplop itu karena, katanya, akan butuh banyak perangko agar surat itu bisa sampai ke surga.

Sore itu kami memasukkannya ke kotak surat di kantor pos. Beberapa hari kemudian, ia bertanya apakah Tuhan sudah menerima suratnya. Saya menjawab, rasanya sudah.

Kemarin, sebuah paket yang dibungkus kertas emas sampai ke rumah kami. Di depannya tertulis, "Untuk Meredith", dengan tulisan tangan yang tidak kami kenal. Meredith membukanya. Di dalam bungkusan itu ada sebuah buku oleh Mr. Rogers, berjudul "When a Pet Dies". Di balik sampulnya tertempel surat yang kami kirim ke Tuhan dalam amplop terbuka.

Di balik kertas surat kami ada foto Abbey dan Meredith, disertai catatan ini:

Meredith sayang,

Abbey sudah sampai di surga dengan selamat. Foto yang kamu kirim sangat berguna dan Aku langsung dapat mengenalinya. Abbey tidak lagi sakit. Semangatnya ada di sini bersama-Ku seperti juga ada di dalam hatimu. Abbey suka sekali menjadi anjingmu. Karena di surga tidak ada tubuh jasmani, Aku tidak punya kantong untuk menyimpan fotomu. Karena itu Aku kirimkan balik padamu bersama buku kecil ini untukmu, sehingga kamu memiliki sesuatu untuk mengenang Abbey.

Terima kasih untuk suratmu yang indah, dan berterimakasihlah pada ibumu yang telah membantu menuliskan dan mengirimkannya pada-Ku. Kamu memiliki ibu yang sangat luar biasa. Aku memilihnya khusus untukmu. Berkat-Ku setiap hari bagimu dan ingatlah bahwa Aku sangat mengasihimu.

Oh iya, Aku mudah ditemukan. Aku ada di mana Kasih itu ada. Kasih-Ku. Tuhan.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home