Loading...
INDONESIA
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 14:27 WIB | Selasa, 08 Desember 2015

Target Perempuan Anti Korupsi Sejuta Orang pada 2016

Pencanangan Komitmen Perluasan Gerakan SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi) 2016, di gedung KPK Jakarta. (Foto: twitter KPK)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Australian Government Department of Foreign Affairs and Trade, melalui AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice), hari ini (8/12), mengadakan Pencanangan Komitmen Perluasan Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) 2016, di gedung KPK Jakarta.

Program SPAK diluncurkan pada 22 April 2014 dan dicanangkan sebagai gerakan nasional pada 21 April 2015. Setahun terakhir, program ini telah melatih perempuan Indonesia di 13 provinsi dan telah melahirkan 499 agen SPAK dari berbagai latar belakang, seperti ibu rumah tangga, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dosen, guru, tokoh agama, pengusaha, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan aktivis. Tahun depan, program ini menargetkan akan menjangkau satu juta orang dari berbagai kalangan.

Dari pengakuan para agen SPAK, sebanyak 94 persen para agen telah menolak untuk berpartisipasi dalam tindak korupsi sejak bergabung dengan SPAK. Sebanyak 20 persen, para agen telah menunjukkan keberaniannya dengan melaporkan sebuah kasus korupsi.

Dengan sejumlah perubahan itu, program ini lantas mendapat apresiasi sebagai pemenang terbaik pada Kompetisi Program PR Inspirasional untuk kategori Lembaga Pemerintah Pusat atau Daerah yang diselenggarakan Serikat Perusahaan Pers (SPS) pada ajang Indonesia Public Relation Award & Summit (IPRAS) 2015.

Program SPAK memandang peran perempuan sangat penting dalam pencegahan korupsi. Melalui peran sentralnya sebagai ibu, istri dan anggota masyarakat, kaum perempuan diharapkan bisa menyemai pesan antikorupsi. Karena itu, KPK telah menjalin kerja sama dengan Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) sejak tahun lalu guna mengoptimalkan peran perempuan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Menurut Wakil Ketua Sementara KPK, Johan Budi, program ini telah menghasilkan sejumlah perubahan positif, antara lain membebaskan 400 pasangan miskin dari pungli ketika pengurusan dokumen identitas hukum, banyak perempuan mulai kritis menanyakan asal uang yang diberikan oleh suaminya, beberapa istri tidak lagi menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, seperti kendaraan dinas.

"Para ibu mulai serius mengajarkan tentang kejujuran di keluarga dan kehidupan sehari hari,” tambah Johan.

Program SPAK mengalami banyak kesuksesan di tahun 2015. Salah satunya adalah memecahkan rekor MURI bermain papan permainan Semai bersama 1400 anak sekolah. 1400 anak dari 62 sekolah dasar di Sulawesi Selatan memainkan papan permainan yang diluncurkan lembaga-lembaga anti korupsi, yang dinamai Semai (Sembilan Nilai Anti Korupsi). Semai dikembangkan oleh lembaga-lembaga anti korupsi, terutama untuk kalangan anak-anak. Acara tersebut diselenggarakan di Makassar pada 18 Agustus 2015 dan tercatat oleh Museum Rekor Indonesia. Acara tersebut untuk menyebarkan pesan anti korupsi dalam pendekatan yang menyenangkan kepada anak-anak. Pada tanggal 8 Juli 2015, KPK dan AIPJ juga telah menyerahkan lebih dari 1.000 papan permainan Semai ke Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Tentu saja, KPK berharap gerakan ini dapat menghasilkan perubahan lainnya yang lebih signnifikan, manakalah lebih banyak lagi perempuan yang terlibat dan berperan aktif dalam pencegahan korupsi.

“Karena KPK memandang, dukungan dan partisipasi publik akan membantu tugas lembaga ini dalam memberantas korupsi,” ujar Johan.

Menanggapi hal tersebut, Konselor Kedutaan Besar Australia, Lauren Bain menyambut baik kerja sama dalam sosialisasi dan edukasi antikorupsi. Ia juga berharap, program ini mampu mencapai target yang telah ditetapkan.

“Australia senang bisa bekerja sama dengan KPK dan BAPPENAS untuk memperluas jaringan Saya Perempuan Anti Korupsi, yang kami harapkan dapat mencakupi satu juta orang termasuk 800 ribu perempuan”.

Lauren juga mengatakan bahwa gerakan SPAK memberikan kontribusi positif tak hanya bagi Indonesia, tetapi juga Australia.

“Upaya-upaya seperti gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi saling menguntungkan bagi Australia maupun Indonesia, karena upaya tersebut membantu Indonesia yang merupakan tetangga Australia untuk menjadi lebih makmur dan stabil,” katanya.

Sebelumnya, KPK dan AIPJ telah menyampaikan laporan setahun program SPAK kepada Johan Budi dan Lauren Bain (Kedutaan Australia). Ibu Hani, agen SPAK Bogor, menyampaikan keinginannya dan teman-teman SPAK Bogor untuk membangun Sekolah Jujur di tahun depan.

“Semoga program Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) semakin sukses melebarkan sayap pencegahan korupsi di tahun 2016,” kata Johan Budi.

Tentang AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice)

Program kerja AIPJ mendukung KPK untuk meningkatkan kemandirian dan mengembangkan keterampilan penyelidikan, terutama dalam kontrol penipuan dan pemulihan aset. Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) merupakan gerakan kampanye viral nasional yang melibatkan 300 agen anti korupsi.

AIPJ juga bekerja sama dengan kantor Kejaksaan, mendukung kampanye penjangkauan publik kejaksaan untuk mengajar warga tentang hak dan kewajiban mereka di bawah hukum Indonesia.

AIPJ juga bekerja secara langsung dengan organisasi masyarakat sipil, termasuk MAPPI, ICW, dan mitra di tiga provinsi, yang semuanya didukung melalui program yang dikelola AIPJ dalam The Asia Foundation. Organisasi-organisasi ini terlibat dengan lembaga anti korupsi untuk membantu memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintah provinsi dan kabupaten.

Tujuan dari bantuan Pemerintah Australia melalui AIPJ adalah untuk membantu mengatasi kemiskinan yang tidak hanya dalam hal ketidakmampuan ekonomi. Oleh karenanya, pemberdayaan masyarakat miskin dilakukan untuk menyadarkan tentang hak-hak dasar mereka dalam rangka mengurangi dan mengatasi kemiskinan. (kpk.go.id/aipj.or.id)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home