Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 14:05 WIB | Jumat, 15 Juli 2016

Teror Truk di Prancis, DPR Ingatkan Pemerintah

Korban meninggal serangan truk ditutupi kain warna biru. Inset: truk tersangka. (Foto: telegraph.co.uk)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengutuk keras peristiwa teror truk yang terjadi di Nice, Prancis, dalam peristiwa itu sudah 84 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.

Dia mengingatkan agar pemerintah meningkatkan kewaspadaan atas bentuk teror apapun termasuk dampak dari teror fisik yang ada, yaitu teror psikis.

Menurut dia, rasa kewaspadaan harus ditingkatkan dengan memperkuat intelijen sehingga hal-hal yang mengarah pada aksi teror bisa diantisipasi. 

"Saya prihatin dan mengutuk tindakan teror truk yang menabrak dan menewaskan 80 orang lebih. Teror dalam bentuk apapun merupakan musuh kita bersama," katanya di Jakarta, hari Jumat (15/7).

Dia mengajak kepada dunia untuk bahu membahu agar aksi teror yang dilakukan oleh siapapun bisa diperangi apalagi pelaksanaan aksi teror yang mengatasnamakan agama.

Menurut dia, tidak ada satu agama pun di dunia ini yang mengajarkan teror sehingga dirinya menilai tindakan teror merupakan tindakan di luar ajaran agama.

"Siapapun pelaku, apapun agamanya, saya kira tidak satu agama mengajarkan teror, ini bentuk kejahatan di luar ajaran agama," ujarnya.

Selain itu dia mengatakan perlu mewaspadai perubahan bentuk teror yang menyerang masyarakat dan perubahan bentuk teror ini terjadi di Nice, Prancis. 

Menurut dia, teror kali ini bukan menggunakan bom pada umumnya, namun menggunakan truk menabrak kerumunan warga.

"Para teroris ini pasti akan mencari cara baru yang tidak mudah ditebak. Ternyata (teror truk) ini kan efektif juga sampai 80 meninggal dunia saya rasa ini bentuk teror baru yang perlu diwaspadai," katanya. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home