Loading...
EKONOMI
Penulis: Bayu Probo 10:15 WIB | Kamis, 10 April 2014

The Fed atau Pemilu yang Benamkan IHSG?

Ilustrasi. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (10/4) dibuka turun 136,72 poin atau 2,78 persen menjadi 4.784,68. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 23,93 poin (2,86 persen) ke level 811,97.

Padahal pada Selasa (8/4),  sehari sebelum pemilu berlangsung IHSG sempat menguat. Apakah karena pasar terpengaruh hasil pemilu kemarin? Hal ini baru bisa dibuktikan sore nanti saat penutupan perdagangan. Sebab, bisa jadi risalah Fed yang menjadi pemicu.

Pada pembukaan perdagangan pasar uang, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi belum bergerak nilainya atau stagnan di posisi Rp 11.286 per dolar AS.

Risalah Fed Kirim Wall Street Naik Lebih dari Satu Persen

Saham-saham di Wall Street melesat lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB) dengan ekuitas teknologi memimpin di depan, setelah risalah Federal Reserve AS tidak menunjukkan dukungan untuk kenaikan suku bunga utama lebih awal.

Indeks Dow Jones Industrial Average melompat 181,04 poin (1,11 persen) menjadi ditutup pada 16.437,18.

Indeks berbasis luas S&P 500 menguat 20,22 poin (1,09 persen) menjadi berakhir pada 1.872,18, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq melonjak 70,91 poin (1,72 persen) menjadi 4.183,90.

Saham-saham tampak menguat hingga siang hari, tetapi naik lebih besar lagi setelah risalah Fed dirilis pada 18.00 GMT. Risalah pertemuan Fed, seperti yang diharapkan, menunjukkan bank sentral AS kemungkinan akan melanjutkan pengurangan bertahap program stimulusnya.

Tetapi mereka juga menunjukkan tidak ada alasan dari para pembuat kebijakan Fed untuk mendukung kenaikan suku bunga acuan lebih cepat.

"Pasar mengesampingkan ketakutan bahwa pengetatan akan lebih cepat daripada yang orang bayangkan," kata Brent Schutte, penyiasat pasar di BMO Global Asset Management. "Risalah hari ini membawa kembali beberapa ketakutan."

Untuk hari kedua berturut-turut, Nasdaq mengungguli dua indeks utama lainnya setelah sangat tertinggal selama satu bulan terakhir.

Facebook melonjak 7,3 persen, Priceline naik 4,0 persen dan Apple naik 1,3 persen.

Ekuitas Biotech, terutama kelompok yang terpukul keras akhir-akhir ini, juga naik. Celgene melonjak 6,6 persen, Biogen naik 5,2 persen dan Gilead Sciences maju 0,9 persen.

Merck memimpin Dow dengan kenaikan 3,7 persen. Keuntungan yang kuat juga diraih oleh American Express yang bertambah 2,6 persen, Visa naik 2,4 persen dan Boeing meningkat 2,2 persen.

General Motors yang terpukul skandal atas penundaan penarikan kendaraannya, turun 2,6 persen setelah laporan bahwa Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional akan mendenda pembuat mobil itu 28.000 dolar AS karena gagal menanggapi pertanyaan-pertanyaan atas penarikan mobilnya.

Produsen aluminium Alcoa melonjak 3,8 persen setelah labanya sembilan sen per saham tidak termasuk biaya restrukturisasi mengalahkan perkiraan lima sen per saham.

Intuitive Surgical, yang bekerja dalam operasi pembedahan dibantu robot, memproyeksikan bahwa pendapatan kuartal pertamanya akan menjadi 465 juta dolar AS dibandingkan dengan 611 juta dolar AS setahun lalu. Perusahaan ini juga mengumumkan biaya sebesar 67 juta dolar AS untuk menyelesaikan kewajiban klaim produk terhadap perusahaan. Saham Intuitive Surgical merosot 6,8 persen.

Harga obligasi bervariasi. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS tetap stabil di 2,68 persen, tingkat yang sama seperti Selasa. Imbal hasil pada obligasi 30-tahun naik menjadi 3,57 persen dari 3,54 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik. (Ant/AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home