Loading...
MEDIA
Penulis: Sabar Subekti 17:55 WIB | Rabu, 17 Februari 2021

TikTok Menghadapi Berbagai Keluhan dari Pengguna di Eropa

Aplikasi TikTok. (Foto ilustrasi: dok. Ist.)

BRUSSELS, SATUHARAPAN.COM-Aplikasi berbagi video pendek milik China, TikTok, mendapat banyak keluhan dari kelompok konsumen Uni Eropa (UE) pada hari Selasa (16/2) karena diduga melanggar undang-undang konsumen blok itu, dan karena gagal melindungi anak-anak dari iklan tersembunyi dan konten yang tidak pantas.

TikTok dimiliki oleh ByteDance China, dan telah berkembang pesat dalam popularitas di seluruh dunia, terutama di kalangan remaja. Aplikasi ini menghadapi kritik yang berkembang tentang privasi dan kebijakan keamanannya menyusul sejumlah insiden.

Grup konsumen Eropa, BEUC, mengutip beberapa masalah dalam keluhannya, di antaranya persyaratan layanan. “Mereka tidak jelas, ambigu dan mendukung TikTok, sehingga merugikan penggunanya. Persyaratan hak ciptanya sama tidak adilnya, karena memberi TikTok hak yang tidak dapat dibatalkan untuk menggunakan, mendistribusikan, dan mereproduksi video yang diterbitkan oleh pengguna, tanpa imbalan,” katanya.

Dikatakan bahwa kebijakan barang virtual perusahaan di mana pengguna dapat membeli koin untuk digunakan sebagai hadiah virtual bagi selebriti TikTok yang kinerjanya mereka sukai, berisi persyaratan yang tidak adil dan praktik yang menyesatkan.

“TikTok gagal melindungi anak-anak dan remaja dari iklan tersembunyi dan konten yang berpotensi berbahaya di platformnya,” kata BEUC. Praktik perusahaan untuk memproses data pribadi pengguna juga menyesatkan, katanya.

Selain keluhan BEUC, organisasi konsumen di 15 negara telah memberi tahu otoritas mereka dan mendesak mereka untuk bertindak.

"Kami selalu terbuka untuk mendengar bagaimana kami dapat meningkatkan, dan kami telah menghubungi BEUC karena kami akan menyambut pertemuan untuk mendengarkan kekhawatiran mereka," kata juru bicara TikTok.

Perusahaan itu mengatakan telah mengembangkan ringkasan dalam aplikasi tentang kebijakan privasinya untuk memudahkan remaja memahami pendiriannya tentang privasi. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home