Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 05:40 WIB | Senin, 02 November 2015

Tiongkok-Jepang-Korsel Sepakat Berhati-hati Tangani Isu Sejarah

Li Keqiang (kanan) pada konferensi pers bersama dengan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye (tengah) dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kiri) dalam pertemuan para pemimpin Tiongkok-Jepang-Korea Selatan di Seoul, hari Minggu (1/11). (Foto: xinhuanet.com).

SEOUL, SATUHARAPAN.COM – Perdana Menteri Tiongkok  Li Keqiang mengatakan tiga negara (Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang) bersepakat  benar menangani berbagai isu yang terkait dengan masalah sejarah ketiga negara dengan berhati-hati karena  sensitif dan membutuhkan banyak perundingan dari ketiga negara tersebut. 

“Tiongkok, Korea Selatan dan Jepang harus tetap berpegang pada kebijakan melihat sejarah ke depan dan sejarah berguna untuk pencerahan di masa depan, sehingga sejarah penting untuk mengembangkan kerja sama trilateral dan hubungan bilateral,” kata Li Keqiang  pada konferensi pers bersama dengan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe setelah pertemuan para pemimpin Tiongkok-Jepang-Korea Selatan di Seoul, hari Minggu (1/11).

Li mengharapkan kerja sama trilateral akan bebas dari gangguan. Konferensi Tingkat Tinggí trilateral, yang pertama kali diselenggarakan pada 2008, dihentikan pada 2012 karena kebijakan Jepang yang merevisi sejarah dan berbeda dari pemahaman Tiongkok dan Korea Selatan.

Li meminta tiga negara untuk membuat komitmen kepada dunia dalam peringatan 70 tahun kemenangan perang anti-fasis untuk tegas memajukan kerja sama trilateral, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian dan stabilitas regional.

Untuk mencapai tujuan ini, ia mendesak tiga negara untuk menjaga pemahaman yang kuat tentang arah  hubungan mereka, sehingga dapat mendorong kerja sama  dan memungkinkan pertemuan tiga negara berlanjut secara  teratur.

Li menyebut ketiga negara memiliki pandangan yang jujur dan dari hasil perundingan dapat tercapai  banyak kesepakatan bagi berbagai bidang seperti ekonomi, politik, sosial, dan sejarah.  

Sementara Presiden Korea Selatan Park Geun Hye mengatakan bahwa tahun ini menandai peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II dan peringatan 50 tahun normalisasi hubungan Korea Selatan-Jepang.

“Konferensi Tingkat Tinggí trilateral ini adalah sebuah langkah besar menuju perdamaian dan stabilitas di Asia Timur,” kata Gyun Hye.

Dia berharap bahwa pertemuan puncak trilateral bisa berfungsi sebagai katalis untuk meningkatkan kerja sama trilateral dan pertukaran dan meningkatkan hubungan antara tiga sisi.

Sementara itu, Abe mengatakan negaranya akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggí Korea Tiongkok-Jepang-Selatan berikutnya tahun depan dan akan menggunakan hasil pertemuan terakhir sebagai titik awal. (xinhuanet.com)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home