Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 08:09 WIB | Rabu, 17 Agustus 2016

Tiongkok Luncurkan Satelit Anti Peretasan di Dunia

Peluncuran roket China Long March yang membawa satelit. (Foto: voaindonesia.com)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM - Tiongkok berhasil meluncurkan satelit kuantum pertama di dunia pada Selasa (16/8), menurut laporan media pemerintah. Peluncuran satelit tersebut bertujuan untuk memanfaatkan kekuatan fisik partikel untuk membangun sebuah sistem komunikasi terenkripsi yang "tak bisa diretas”.

Peluncuran itu berlangsung pada pukul 13.40 waktu setempat di Gurun Gobi, menurut kantor berita resmi Xinhua., seperti dilansir AFP. Negara lain seperti Amerika Serikat (AS), Jepang dan lainnya juga berusaha untuk mengembangkan aplikasi teknologi yang sedang berkembang tersebut.

Beijing telah mengeluarkan sumber daya besar pada proyek ini, salah satu dari proyek unggulan yang dikerjakan negara itu sebagai bagian dari investasi besar nasional terhadap penelitan ilmiah lebih lanjut, mulai dari penambangan asteroid hingga manipulasi gen.

Pemerintah Tiongkok tidak mengungkapkan secara resmi jumlah biaya pembuatan satelit ini, tetapi sebuah koran melaporkan, seperti yang dikutip dari bbc.com.  Anggaran pengembangannya saja sudah senilai lebih dari USD 100 miliar atau Rp 1.300 triliun.

Satelit ini akan mengirim pesan yang aman dari peretasan dari ibu kota Tiongkok, Beijing dan Urumqi di bagian barat.

Satelit itu diberi nama Micius merujuk kepada nama filsuf dan ilmuwan Tiongkok, akan digunakan dalam percobaan yang bertujuan untuk membuktikan kelayakan teknologi kuantum untuk melakukan komunikasi jarak jauh.

Kantor berita Xinhua mengatakan, selama misi dua tahun, satelit itu akan melakukan komunikasi kuantum yang kedap peretasan lewat pengiriman sandi-sandi yang tidak bisa dipecahkan dari antariksa ke bumi. Katanya sebuah photon kuantum, atau partikel sub-atom, tidak bisa dipisahkan atau diduplikasi sehingga penyadapan, pencegatan, maupun memecahkan kodenya tidak mungkin dilakukan. Kantor berita itu mengatakan, pengujian akan dimulai lewat komunikasi antara Beijing dan ibu kota Xinjiang, Urumqi.

Morris Jones adalah, analis antariksa independent dari Australia dan dia memantau program antariksa ruang angkasa Tiongkok. Katanya, ini merupakan langkah maju yang besar untuk Tiongkok.

Menurut Wall Street Journal seperti yang dikutip dari voaindonesia.com. ilmuwan-ilmuwan di Amerika, Eropa, dan Jepang juga sedang berusaha memanfaatkan teknologi ini, tetapi Tiongkok  telah menjadikan fisika quantum, yang juga punya aplikasi militer, fokus strategisnya yang utama dalam rencana pembangunan ekonominya yang diumumkan Maret lalu.

Satelit tersebut juga akan menyelidiki lebih lanjut beberapa sifat tidak biasa dari partikel sub-atom, termasuk "quantum entaglement", kata Xinhua.

 

 

 

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home