Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Kartika Virgianti 16:15 WIB | Sabtu, 25 Januari 2014

Titik Banjir Bertambah, Wakot Tangerang Keluhkan Kepada KemenPU

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo; Wakil Gubernur Banten, Rano Karno; dan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah. (Foto: Kartika Virgianti)

TANGERANG, SATUHARAPAN.COM - Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera melakukan normalisasi sungai, karena kondisi banjir di wilayah Tangerang dari tahun ke tahun terjadi peningkatan.

"Dari tahun 2012 sampai 2014, yang tadinya lokasinya 13 bertambah menjadi 55, dengan luas ketinggian antara 50-180 centimeter," kata Arief saat pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Wakil Gubernur Banten, Rano Karno, dan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar di Bendung Pasar Baru, Kota Tangerang, Sabtu (25/1) siang.

Arief menjelaskan, sungai Cisadane di Kota Tangerang sepanjang 13,8 kilometer,  yang baru diturap kurang lebih dua kilometer, itupun hanya sebagian atau satu sisi saja. Arief berharap supaya KemenPU secepatnya melaksanakan normalisasi tiga sungai yang berdampak besar bagi wilayah Tangerang yaitu Sungai Cisadane, Cirarab, dan Angke mulai dari hulu ke hilir.

Penyebab banjir yang menggenangi Kota Tangerang sekarang ini menurut Arief akibat sedimentasi yang belum pernah dilakukan normalisasi oleh KemenPU, dan kurangnya saluran air.

"Kita sudah sampaikan kepada KemenPU agar tiga sungai di Tangerang dinormalisasi," ujar Arief.

Dia mengatakan banjir yang berasal dari daerah aliran sungai (DAS) Cisadane saat ini berdampak pada 5934 KK, dengan luas genangan 168 hektar di Kecamatan Priuk, Ciledug, Tajur,  Pinang Griya, dan Taman Cibodas. Di beberapa wilayah ada yang longsor tergerus banjir dari Cisadane. 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home