Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 09:33 WIB | Rabu, 16 Oktober 2019

Tokoh Lintas Agama Aceh dan Sumut Gelar Dialog di Kedai Kopi Perbatasan

Tokoh agama dari Prof Aceh dan Provinsi Sumut bertemu dalam dialog lintas agama di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (15/10/2019) yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. (Foro: kemenag.go.id)

ACEH TAMIANG, SATUHARAPAN.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Sumatera Utara menggelar dialog lintas agama di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Acara yang dihadiri tokoh agama dari dua provinsi tersebut dilaksanakan pada Selasa (15/10).

Kepala Kanwil Kemenag Aceh Daud Pakeh menyampaikan sengaja memilih salah satu kedai kopi sebagai tempat pertemuan karena di kedai kopilah umumnya masyarakat saling bertemu.  “Karena lewat secangkir kopi akan melahirkan sejuta inspirasi untuk umat,” ucap Daud Pakeh.

Dialog itu menurut Daud Pakeh merupakan tindak lanjut MoU Kanwil Kemenag Aceh dengan Kanwil Kemenag Sumut beberapa waktu lalu. Ia juga mengatakan dialog tersebut penting dilakukan untuk merawat dan mempertahankan kerukunan umat beragama di perbatasan.

“Aceh Tamiang dan Langkat Sumut berbatasan langsung. Bisa jadi orang Sumut ngopi di Aceh, orang Aceh beli rokoknya di Langkat, karena berbatasan langsung. Seperti itulah hubungan yang terjadi, mudahan terus dapat dilestarikan,” Daud Pakeh menggambarkan.

Kegiatan yang digelar secara nonformal sambil menikmati kopi tersebut menghadirkan narasumber Kakanwil Kemenag Aceh Daud Pakeh, Sekda Aceh Tamiang Basyaruddin, Kabid Penais H Abdul Manan, Ketua FKUB Aceh Nasir Zalba, dan Ketua FKUB Sumut Maratua Simanjuntak.

Daud Pakeh menjelaskan pertemuan antartokoh lintas agama ini menjadi upaya preventif yang dilakukan guna mencegah keretakan kehidupan beragama di perbatasan.

“Kita upayakan tindakan untuk sedini mungkin mencegah terjadinya berbagai gesekan lintas agama. Ke depan kita berharap generasi muda millenial juga dapat kita pertemukan seperti ini, jangan sampai seperti pemadam kebakaran, setelah terbakar baru datang, namun penting upaya preventif,” ia menjelaskan.

Daud menegaskan hanya satu bahasa untuk kerukunan umat beragama. “Indonesia begitu luasnya dari Sabang hingga Maurake dengan beragam budaya dan agama, mari bersama sama menjaga dan merawat kerukunan umat beragama untuk NKRI tetap jaya,” ucap Daud Pakeh.

Saling Menghargai dan Membantu

Sekda Aceh Tamiang, H Basyaruddin SH mengatakan, selama ini terbangun keharmonisan yang baik lintas agama di Bumi Sedia Muda.

“Sejak kecil, tempat tinggal saya bertetangga dengan umat Nasrani, namun aman dan saling menghargai dan membantu. Pemerintah juga komitmen untuk menjaga kerukunan umat beragama, terima kasih Kemenag Aceh yang bersedia memfasilitasi kegiatan,” ucap Basyaruddin.

“Kami berharap Aceh Tamiang menjadi contoh bagi daerah lain di Aceh dalam menjaga kerukunan umat beragama, terlebih kita beragam agama hidup di sini,” Basyaruddin berharap.

Sementara Kakanwil Kemenag Sumatera Utara yang diwakili Kabid Penais H Abdul Manan MA menyatakan menyambut baik digelarnya dialog tokoh lintas agama itu.

“Bagi kami, ini yang pertama kita laksanakan di warung kopi, ini bisa jadi contoh bagi kami di Sumut untuk dapat melaksanakan kegiatan yang sama, mudahan bisa menghasilkan keseragaman kita terhadap keberlangsungan umat beragama di perbatasan yang kita cintai,” kata Abdul Manan.

Sedangkan Ketua FKUB Sumut Dr H Maratua Simanjuntak menyebutkan tentang pentingnya moderasi dalam beragama.

“Berbicara tentang agama, perlu kita ingat adanya moderasi beragama, supaya tidak ekstrem kanan atau esktrem kiri, memunculkan radikalisme. Makanya pertemuan ini jelas sangat berarti,” ucap Maratua Simajuntak.

Semua pihak butuh kerukunan, baik pemerintah, pemeluk agama dan masyarakat, “Mari kita jaga suasana di perbatasan tetap kondusif,” ajaknya.

Hal senada juga disampaikan Ketua FKUB Aceh Nasir Zalba mengharapkan lahirnya suatu kesamaan visi misi di perbatasan dalam rangka menjaga keharmonisan, karena dalam satu bingkai NKRI.

Pada dialog itu para tokoh lintas agama juga menyampaikan berbagai perihal yang terjadi di Aceh Tamiang terkait kerukunan umat beragama di kabupaten tersebut.

Sebelumnya, Kemenag Aceh dan Sumut telah menandatangani MoU tentang Pembinaan Umat di daerah perbatasan dan Desa Binaan Terpadu Penyuluh Agama Islam di The Hill Hotel dan Resort Sibolangit, Sumatera Utara, 26 Januari lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri Kakankemenag Aceh Tamiang Hasan Basri, Kakankemenag Langkat Zulfan Effendi, Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Aceh Rakhmat Mulyana, Kasubbag Hukum dan KUB Sumut Syafaruddin Lubis, Ketua Kesbanglinpol Aceh Tamiang, Ketua MPU Aceh Tamiang, Perwakilan Polres, Perwakilan Kodim, para pejabat di Kankemenag Aceh Tamiang, warga masyarakat sekitar dan awak media.(kemenag.go.id)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home