Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 12:32 WIB | Selasa, 15 Maret 2022

Transisi ke Endemi COVID-19 Setelah Target Vaksinasi Lengkap dan Booster Tercapai

Vaksinasi COVID-19 di Bali. (Foto: dok. Ist)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan pemerintah akan mulai melakukan transisi ke endemi COVID-19 ketika tingkat vaksinasi lengkap dan booster di Indonesia sudah sesuai target.

Pertimbangan ini sudah dilakukan kajian oleh para pakar, akademisi, dan para pihak terkait. Mengutip data dari Our World in Data, per 12 Maret 2022, di Indonesia jumlah orang divaksinasi lengkap (dua dosis) per 100 orang baru mencapai 54,56 persen.

Sedangkan untuk dosis ketiga (booster), per 100 orang baru 5,28 persen saja yang sudah melakukan vaksinasi. Berbeda dengan Malaysia yang sudah mencapai 78,63 persen dan 46,56 persen, juga Saudi Arabia yang sudah lebih dari 67,81 persen dan 28,03 persen

Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, varian Delta memiliki kemungkinan kematian empat kali lebih besar daripada varian Omicron. Dan belajar dari kasus yang terjadi di Hongkong, di sana tingkat kematian COVID-19 sedang tinggi, dan setelah diteliti, penyebabnya adalah karena tingkat vaksinasi lansia yang masih rendah, yaitu baru 26 persen untuk vaksinasi lengkap.

“Memang solusinya itu vaksinasi, terutama bagi lansia yg merupakan segmen populasi yang rawan. Segerakan vaksinasi milimal dua dosis untuk lansia, kalau bisa sampai tiga dosis,” katanya, dalam konfernsi pers bersama Menko Marves, hari Senin (14/3).

Menko Luhut meminta agar semua masyarakat yang sudah dapat melakukan vaksin ketiga untuk segera divaksin. “Selama tidak ada komorbid, tidak usah pilih-pilih vaksin. Hal lain yang perlu saya sampaikan, penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan harus tetap kita lakukan,” kata Luhut.

Menteri Budi juga mengungkapkan bahwa seluruh vaksin COVID-19 yang tersedia di Indonesia sudah lulus efikasi dan lolos uji.

Vaksinasi di NTB

Terkait Indonesia akan mengadakan MotoGP, dalam rapat juga dibahas mengenai kesiapan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). NTB dinilai sudah cukup unggul dalam hal vaksinasi. Diungkapkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, di sana vaksin dosis pertama sudah 93 persen, vaksin dosis kedua 75,1 persen, dan vaksin dosis ketiga 4,5 persen. “NTB telah siap untuk mengadakan MotoGP akhir pekan ini,” sebut Menko Airlangga.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home