Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 15:39 WIB | Kamis, 17 Desember 2015

Triawan Munaf: Banyak Regulasi Tak Dukung Industri Kreatif

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (paling kiri) saat melihat pameran busana ulang tahun Studio One di Jalan Senopati no 79 Jakarta Selatan, hari Rabu (16/12). (Foto: Diah A.R)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengatakan pemerintah melalui kementerian atau lembaga terkait terlalu banyak memiliki regulasi yang tidak menguntungkan industri kreatif. Fashion, misalnya.

“Saya mendapatkan permintaan dari Biyan, desainer yang sudah mempunyai 18 outlet di 13 negara. Dia mengeluh karena banyak regulasi di Indonesia yang membatasi impor barang-barang  dan elemen yang digunakan untuk bajunya. Kan kalau proses itu dia harus menggunakan elemen yang terbaik hingga ekspresi kreatifitasnya nyampe,” kata Triawan usai menghadiri acara ulang tahun Studio One di Jalan Senopati no 79 Jakarta Selatan, hari Rabu (16/12).

“Cuma itu banyak sekali dihalangi oleh regulasi yang tidak melihat itu sebagai sesuatu yang penting. Tugas kami salah satunya itu, bisa membuka regulasi dan saya telah berbicara dengan Menteri Perdagangan. Nah komunikasi di antara para pemimpin seperti ini yang bisa membuka kesempatan bagi para desainer. Sebetulnya itu.”

Setelah satu tahun menjadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan tidak menutup mata dengan berkembangnya industri fashion di Indonesia. Menurutnya, industri kreatif di bidang fashion sangat menjanjikan karena desainer yang sudah ada selalu memiliki gaya khas tersendiri untuk dipamerkan di dalam maupun luar negeri.

Namun, dia berharap kedepannya agar lembaga yang dia pimpin dapat membantu para desainer dapat menghasilkan produk dalam jumlah banyak (mass product) sehingga tidak kalah dari koleksi desainer luar negeri yang sudah mulai merambah pusat-pusat perbelanjaan elit di Indonesia seperti Zara atau Uniqlo.

“Saya ingin fashion Indonesia bisa desainernya mengarah ke mass product. Seperti Zara, Uniqlo,” kata dia.

Kemudian, yang kedua adalah produk fashion ekspresi seni. Menurutnya, ekspresi seni itu dibutuhkan untuk mengaitkan desain Indonesia menjadi desain yang punya kelas kualitas yang bisa terus menjawab kebutuhan zaman ekspresi-ekspresi senimannya atau ekspresi-ekspresi budaya yang berakar kepada Indonesia tapi bisa di ekpsresikan dengan cara ke pakaian atau busana.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home