Loading...
INSPIRASI
Penulis: Rigop Darmiko 08:05 WIB | Selasa, 04 Oktober 2016

Tukang Sol Sepatu Profesional

Bekerja lebih dari yang diharapkan.
Menjahit sepatu (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Beberapa waktu lalu saya menitipkan sandal untuk dijahit tukang sol sepatu di pinggir jalan. Saya tidak menungguinya karena ada yang harus dikerjakan. Setelah pekerjaan saya selesai, saya pun pergi untuk mengambil sandal tersebut. Abang tukang sol sepatu itu menyerahkan sandal yang sudah rapi terbungkus didalam plastik. Saya kemudian membayar sesuai harga yang disebutkan.

Sebelum pulang saya penasaran melihat hasilnya. Saya membuka bungkusan dan mengeluarkannya. Saya terhenyak. Ketika menyerahkan sandal tersebut, saya berpikir dia akan menjahit keliling sandal itu agar bisa dipakai beberapa waktu lagi. Tetapi, tukang sol sepatu itu benar-benar merapikannya. Bahkan, bagian jepitannya diperbaikinya juga, sehingga benar-benar bagus. Dan untuk itu tukang sol sepatu itu tidak meminta uang lebih.

Sesungguhnya tukang sol sepatu itu betul-betul tahu apa yang harus dikerjakannya. Saya hanya menyerahkan sandalku dan minta dijahit, tetapi dia justru merapikannya. Dia benar-benar menguasai profesinya. Dia tukang sol sepatu profesional. Dia tahu memuaskan pelanggan dengan melakukan pekerjaannya dengan sangat baik.

Tidak ada yang memonitornya, tidak ada cctv yang mengawasinya, tidak ada pimpinan yang mengarahkannya, tetapi dia tahu apa yang harus dikerjakannya. Dia tidak membutuhkan pengakuan dari ikatan-ikatan profesinya, dia tidak menempelkan sertifikat-sertifikat pengakuan profesinya, dia tidak menjalani sekolah profesi, tetapi dia bisa menunjukkan bahwa dia bisa mengerjakan pekerjaannya dengan sangat baik.

Tak sedikit orang yang bekerja hanya karena pengawasan. Ketika ditinggal atasan malah menjadi tidak fokus bekerja. Tak jarang bahkan mengerjakan pekerjaan dengan terpaksa, bahkan sembarangan.

Saya benar-benar malu dengan tukang sol sepatu itu. Saya yang menempuh pendidikan profesi hingga ke perguruan tinggi, diberi sertifikat profesi, tetapi saya cendrung bekerja dengan sembarangan. Atau, kalaupun menunjukkan kerja terbaik hanya karena saya mengharapkan  pujian, perhatian, atau bayaran tambahan.

Tukang sol sepatu di pinggir jalan itu telah membukakan mata saya.

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home