Loading...
RELIGI
Penulis: Endang Saputra 19:49 WIB | Senin, 01 Agustus 2016

Wahid Foundation Tak Setuju Khotbah Jumat Diseragamkan

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid di Hotel Rancamaya Bogor Jawa Barat, hari Senin (1/8). (Foto: Endang Saputra)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid tidak setuju khotbah salat Jumat diseragamkan seperti di Mesir.

“Khotbah salat Jumat jangan diseragamkan tapi dikasih kisi-kisi tidak boleh menyebarkan ujaran kebencian (hatred speech) gitu saja tapi jangan diseragamkan," kata Yenny saat ditemui di Hotel Rancamaya Bogor Jawa Barat, hari Senin (1/8).

Menurut Yenny kalau khotbah salat Jumat diseragamkan akan menghalangi kreatifitas para mubaligh dan ustad-ustad.

“Kalau diseragamkan menghalangi kreatifitas orang kan justru para mubaligh para ustad itu justru mungkin mempunyai kemampuan untuk mendorong kepada masyarakat bisa lebih toleran, kreatif di masyarakat. Kalau modelnya khotbahnya seperti sama semua agak susah, saya enggak setuju," kata dia.

Namun, Yenny setuju kalau khotbah diawasi misalnya ada ustad khotbah yang dianggap melenceng dari ajaran Islam.

“Kalau menyeragamkan saya tidak setuju tetapi kalau mengawasi setuju, misalnya khotbah ustad dianggap melenceng lalu ustadnya diingatkan dan diberikan pengarahan, diawasi yang punya potensi intoleran jangan sampai ada pesan-pesan intoleransi keluar," kata dia.

Sejak 2014, pemerintah Mesir mewajibkan pengkhotbah di ibadah salat Jumat membacakan naskah khotbah yang sudah disediakan. Langkah ini bertujuan untuk mendorong ideologi Islam yang moderat dan memastikan bahwa ide-ide radikal tidak menyebar.

Pada hari Selasa (12/7) pemerintah Mesir mengumumkan bahwa pengkhotbah Muslim di negara itu harus mematuhi aturan tersebut. Langkah ini dianggap kontroversial dan diprotes sejumlah ulama, namun pihak berwenang mengatakan bertujuan untuk memerangi ekstremisme.

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home