Loading...
RELIGI
Penulis: Sotyati 10:56 WIB | Rabu, 04 Desember 2013

Wamenag: Ekspektasi Masyarakat terhadap Kemenag Sangat Tinggi

Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar mewakili Menteri Agama membuka Rapat Koordinasi Kebijakan Pengawas (Rakorjakwas) Tahun 2013 di Bandung. (Foto: Kemenag RI)

BANDUNG, SATUHARAPAN.COM - Wakil Menteri Agama  Nasaruddin Umar meminta seluruh aparatur Kementerian Agama, di pusat ataupun di daerah, terus bekerja keras dalam melakukan tugas pelayanannya kepada masyarakat dan pengabdiannya  kepada negara.

“Kementerian Agama harus terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Sebab,  ekspektasi masyarakat terhadap kementerian ini sangat tinggi,” demikian Wamenag menegaskan, seusai mewakili Menteri Agama membuka  Rapat Koordinasi Kebijakan Pengawas (Rakorjakwas) Tahun 2013 yang diselenggarakan Inspektorat Jenderal  Kemenag,  Bandung, Selasa (3/12) malam.

Wamenag menambahkan, masyarakat menghendaki  aparatur Kemenag seperti malaikat. Kadang-kadang, tidak salah pun disalahkan. “Apalagi salah beneran,” katanya.

Ia  sepakat dengan pernyataan yang pernah disampaikan HAMKA, ulama, ahli filsafat, aktivis politik, dan sastrawan yang meninggal pada 1981, bahwa Kemenag  bak layar putih. Kotor sedikit saja, akan sangat terlihat.

“Semoga ke depan, Kemenag bisa lebih baik. Kami harus terus mawas diri karena masyarakat berharap, kami tidak boleh salah. Kami harus hati-hati dalam melangkah,” ujar Wamenag.

Untuk tujuan itu, Wamenag  mengaku sering mewanti-wanti dan mengingatkan rekan-rekan sekerjanya tentang arti moto Kemenag. Menurutnya, “Ikhlas Beramal” mempunyai makna yang sangat mendalam. Ikhlas bisa diartikan kita tidak perlu menghitung diri tentang kebaikan-kebaikan  yang telah dilakukan, sedang beramal adalah kegiatan yang melibatkan unsur-unsur Ketuhanan.

“Ikhlas Beramal”, menurut Wamenag, lebih kuat dari sekadar lembaga pengawasan. Kemenag harus menjadi oase spiritual, pencerahan.

“Kemenag harus menjadi tempat berteduh bagi bermacam kekuatan bangsa kita. Kemenag sebagai warisan founding father, harus memelihara kewibawaan. Tujuannya adalah keberkahan dari Allah SWT,” katanya.

Tentang posisi Kemenag sekarang, Wamenag memberikan apresiasi sekaligus bersyukur akhir-akhir ini Kemenag sudah mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari lembaga lain. “Kami sadar, Kemenag mempunyai sejarah panjang dalam perjalanan republik ini,” ucapnya. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home