Loading...
DUNIA
Penulis: Sotyati 09:48 WIB | Selasa, 22 Juli 2014

Warga Israel Keturunan Arab Protes Serangan di Jalur Gaza

Warga Israel keturunan Arab ketika berunjuk rasa memprotes penculikan dan pembunuhan remaja Palestina Mohammed Abu Khdeir di utara Kota Acre, 7 Juli lalu. (Foto: VOANews/Reuters)

NAZARETH, SATUHARAPAN.COM - Warga negara Israel keturunan Arab bentrok dengan polisi di kota utara Nazareth pada Senin (21/7), seusai menggelar aksi protes menentang serangan mematikan Israel di Jalur Gaza, ungkap pihak kepolisian.

Bentrokan tersebut terjadi ketika Nazareth dan beberapa kota di Tepi Barat melakukan aksi mogok sebagai wujud duka cita atas korban konflik Gaza antara Israel dan Hamas -- pertempuran paling mematikan sejak 2009 -- yang merenggut lebih dari 500 nyawa orang Palestina dalam dua pekan.

Juru bicara polisi, Luba Samri, mengatakan sekitar 200 warga negara Israel keturunan Arab bentrok dengan aparat keamanan, yang merespons dengan meriam air dan granat kejut. Polisi juga meringkus 16 orang setelah demonstrasi yang diikuti 3.000 orang di kota Arab terbesar di Israel itu berakhir.

Demonstran mengangkat spanduk bertuliskan “militer Israel melakukan genosida di Gaza”.

Aksi protes terjadi setelah hari paling mematikan dalam dua pekan operasi Israel di Gaza yang menewaskan sedikitnya 140 warga Palestina dan 13 tentara Israel pada Minggu (20/7).

Toko-toko di sekitar Tepi Barat dan kota-kota Arab di Israel tutup, karena para serikat, kelompok nasionalis dan Islamis menyerukan aksi mogok. Aksi tersebut didukung Organisasi Pembebasan Palestina. (AFP/Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home