Loading...
MEDIA
Penulis: Sabar Subekti 06:06 WIB | Minggu, 29 Maret 2020

Wartawan AS Yang Diusir China Dipersilakan Berkantor di Taiwan

Kantor redaksi The Washington Post di Washington DC, AS. (Foto: dok. Reuters)

TAIPEI, SATUHARAPAN.COM-Wartawan Amerika Serikat yang diusir oleh China dipersilakan untuk mendirikan kantor di Taiwan, kata Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, hari Sabtu (28/3), ketika pulau yang demokrasi itu menunjukkan sebagai surga kebebasan berbicara regional.

Beijing memerintahkan pengusiran 13 jurnalis dari New York Times, Washington Post dan Wall Street Journal awal bulan ini sebagai bagian dari perluasan pembatasan kebebasan media AS di negara itu.

Langkah ini menandai tindakan keras terbesar terhadap pers asing di China dalam beberapa dekade terakhir. Ini juga mengguncang kegelisahan di Hong Kong, karena perintah Beijing mengatakan wartawan yang diusir itu juga tidak akan diizinkan untuk bekerja di Hong Kong, meskipun kota semi-otonom itu seharusnya mengendalikan keputusan imigrasi mereka sendiri.

Pada hari Sabtu, Wu memposting di akun ke Twitter dan mengatakan bahwa para jurnalis akan disambut dengan hangat di sisi lain dari Selat Taiwan. “Saya ingin menyambut Anda untuk ditempatkan di Taiwan, negara yang merupakan suar kebebasan dan demokrasi,” tulis Wu.

"Anda akan menemukan orang-orang di sini menyambut Anda dengan tangan terbuka & banyak senyum tulus," tambahnya.

Meskipun dulu merupakan otokrasi brutal, Taiwan telah muncul sebagai salah satu masyarakat paling bebas di Asia dalam tiga dekade terakhir. Kepemimpinan komunis China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan telah berjanji untuk merebut pulau yang diperintah sendiri itu, dengan kekerasan jika perlu.

Beijing membenci pemerintah Taiwan saat ini, karena menolak menerima gagasan bahwa pulau itu adalah bagian dari "satu China". Dan Beijing telah meningkatkan tekanan ekonomi, militer dan diplomatik di pulau itu sejak Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, berkuasa pada tahun 2016.

Sejumlah organisasi media dan kelompok hak asasi yang dilarang dari China telah membuka kantor di Taipei dalam beberapa tahun terakhir. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home