Loading...
Penulis: Eben Ezer Siadari 17:22 WIB | Senin, 05 Januari 2015

Wawancara Mario Draghi Tekan Euro Ke Level Terendah 9 Tahun

Mario Draghi (Foto: Businessweek)

TOKYO, SATUHARAPAN.COM  – Euro turun ke level terendah dalam sembilan tahun terhadap dolar di Asia hari ini (5/1)  setelah kepala Bank Sentral Eropa (ECB) mengindikasikan akan merilis langkah pelonggaran terbaru untuk mengatasi pelemahan di zona euro.

Penurunan mata uang tunggal tersebut terjadi sebagai respons terhadap publikasi wawancara Mario Draghi dengan harian bisnis Jerman, Handelsblatt.

Euro turun ke 1,1865 dolar Amerika (sekitar Rp15.021,80) dalam satu poin pada Senin, terendah sejak Maret 2006 sebelum kembali naik ke 1,1946 dolar Amerika (sekitar Rp15.124,36). Namun, nilai tersebut masih jauh di bawah 1,2002 dolar Amerika (sekitar Rp15.195,25) di New York dan 1,2097 (sekitar Rp15.315,94) pada Rabu sebelum Tahun Baru.

Dalam wawacaranya, Draghi mengatakan deflasi merupakan ancaman bagi zona euro dan ECB perlu mempersiapkan diri untuk mengatasinya. Dia menambahkan bahwa risiko ECB tidak akan mampu menaikkan inflasi “telah meningkat dibanding enam bulan yang lalu.”

Pergolakan politik di Yunani juga salah satu yang membebani euro.

Dengan pemilihan umum yang ditetapkan akhir bulan ini di Yunani, kepala partai sayap kiri Syriza mengatakan pada Sabtu bahwa jika dirinya menang dia akan memulai “perubahan yang dibutuhkan” di Eropa dan mengakhiri kebijakan penghematan yang menyakitkan.

Langkah-langkah yang dibutuhkan di bawah dana talangan IMF-UE negara bisa terus melemahkan ekonomi zona euro.

“Alasan penurunan euro selama akhir pekan cukup jelas: Draghi selangkah lebih dekat menuju QE (pelonggaran kuantitatif) dan keprihatinan mendalam tentang situasi politik Yunani,” ujar Sean Callow, ahli strategi mata uang di Westpac Banking Corp di Sydney, kepada Bloomberg News. (AFP/Ant)

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home