Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Dewasasri M Wardani 08:41 WIB | Senin, 22 Agustus 2016

YLKI : Perahu Pompong Tidak Berstandar Keselamatan

Para korban tewas dievakuasi ke rumah sakit untuk identifikasi. (Foto: batamtoday.com/Charles Sitompul)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, perahu kayu penyeberangan orang atau pompong yang tenggelam di perairan Pulau Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, tidak memiliki standar keselamatan dalam beroperasi.

"Saya pernah ke Pulau Penyengat dan naik perahu pompong. Menurut pengamatan saya tidak ada standar keselamatan sama sekali, selain perasaan dari pengemudinya," kata Tulus melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu (21/8).

Tulus mengatakan, selain beroperasi hanya berdasarkan perasaan pengemudi, di perahu itu juga tidak ada ketentuan batas maksimal muatan dan penumpang serta tidak ada pelampung.

"Saya pernah bertanya pada pengemudi apakah pernah ada kejadian pompong yang tenggelam, mereka menjawab tidak ada," katanya.

Tulus menduga, tidak ada pengawasan dari Dinas Perhubungan Kota Tanjung Pinang atau Kepulauan Riau. Karena itu, dia mendesak Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk turun tangan dan membuat standar keselamatan dan operasional untuk perahu pompong.

"Jangan menunggu korban berjatuhan lebih banyak lagi. Jangan hanya bisa memungut Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari wisatawan dan warga tapi abai terhadap hak-hak mereka," katanya.

Tulus mengatakan, lalu lintas perahu pompong di perairan itu cukup ramai karena perahu tradisional itu penghubung satu-satunya Pulau Bintan dengan Pulau Penyengat.

Pulau Penyengat, merupakan salah satu tujuan wisata yang ternama karena makam Raja Ali Haji, penyair yang terkenal dengan karya "Gurindam Dua Belas".

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sebuah kapal kayu angkutan penumpang atau pompong membawa 17 orang pengemudi dan penumpang dari Tanjung Pinang ke Pulau Penyengat tenggelam, pada Minggu (21/8) pukul 09.30 WIB Hingga pukul 14.30 WIB, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 12 orang penumpang. Dua penumpang yang ditemukan mengalami luka-luka dan 10 orang meninggal dunia.

"Lima penumpang masih hilang dan dalam pencarian. Saat kapal terbalik dan tenggelam penumpang berusaha berenang, dan diselamatkan pompong yang berada di sekitarnya. Sebagian penumpang tidak dapat berenang dan tenggelam terseret gelombang," katanya. (Ant)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home