Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 15:03 WIB | Senin, 22 Agustus 2016

Musim Hujan, Dinsos DKI Siapkan 50 Kampung Siaga Bencana

Ilustrasi. Banjir di Jakarta. (Foto: Dok. satuharapan.com/Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Memasuki musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana banjir di Jakarta, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi DKI Jakarta mendirikan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Sebanyak 50 KSB sudah didirikan di titik rawan bencana banjir untuk mengantisipasi dampak bencana banjir.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Tarmijo Damanik, hari Senin (22/8). Ia melanjutkan, KSB ini untuk mendekatkan bantuan kepada korban. Dengan begitu, bantuan akan cepat sampai kepada korban.

"Saat ini sudah siap 50 KSB yang ada di beberapa kelurahan yang menjadi titik rawan bencana banjir. KSB ini nanti menjadi tempat penampungan logistik juga mengolah dan mendistribusikannya," kata Damanik.

Lebih lanjut, kata Damanik, KSB akan dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Sedangkan pihaknya memberikan bahan logistik untuk diolah. Masyarakat sendiri yang akan mengolah dan mendistribusikannya. Karena masyarakat yang mengetahui keadaan daerahnya masing-masing.

"Kita berikan bahan. Masyarakat berperan aktif di sana. Karena tanpa peran masyarakat, penanganan bencana seperti ini tidak akan berjalan efektif. Masyarakat yang aktif biasanya masyarakat yang tergabung dalam pilar-pilar sosial. Ada karang taruna, pekerja sosial masyarakat, tokoh masyarakat, dan seterusnya. Mereka yang membantu kita," ujar Damanik.

Di samping itu, Kepala Seksi Bantuan Sosial Korban Bencana, Sahrul, mengatakan KSB bisa memproduksi makanan cepat saji dalam 4 jam sebanyak 1000 bungkus nasi. Rata-rata sehari bisa 3000 bungkus, sesuai kebutuhan.

"KSB ini menurut kami cukup efektif. Karena dengan adanya KSB, apabila masyarakat terkena bencana pada siang hari, paling lama malam harinya mereka sudah dapat makan nasi bungkus. Tergantung situasi. Bisa lebih cepat," ucap Sahrul.

Ia menambahkan, KSB sudah ada sejak tahun 2014 sebanyak 30 KSB sampai tahun 2015. Tahun ini tambah 20 KSB menjadi 50 KSB. Ia menargetkan pada 2017 sudah ada 76 KSB yang berdiri di titik-titik rawan bencana.

"Jika bencana banjir sudah menurun, KSB bisa menanggulangi bencana lainnya. Seperti bencana kebakaran dan bencana sosial seperti tawuran atau kekisruhan lainnya. KSB tetap bisa difungsikan. Karena fungsi KSB sendiri menyediakan kebutuhan dasar secepat mungkin bagi korban yang terkena dampak bencana," ujar Sahrul. (PR)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home