Loading...
RELIGI
Penulis: Endang Saputra 07:10 WIB | Jumat, 02 Oktober 2015

3,5 Ton Air Zam-Zam Disweeping Petugas Jeddah

Masih banyak ditemukan zam-zam didalam koper jemaah haji yang akan kembali ketanah air. Walaupun sosialisasi tentang larangan membawa zam-zam diluar hak jemaah sebesar 5 liter telah dilakukan, masih ada saja jemaah mencoba-coba untuk memasukkan air zam-zam kedalam koper dengan balutan kain ihrom (1/10). (kemenag.go.id)

JEDDAH, SATUHARAPAN.COM – Sekitar 3,5 ton air zam-zam yang disembunyikan jemaah dalam koper mereka yang akan ditaruh di bagasi pesawat, berhasil disisir atau disweeping petugas sejak kepulangan tanggal 28 September sampai 1 Oktober 2015.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah, Nurul Badruttamam, di Jeddah, pada hari Kamis (1/10) mengatakan sampai dengan pukul 11.00 Waktu Arab Saudi atau pukul 15.00 WIB masih banyak haji mennyembunyikan air zam-zam yang dimasukkan dalam botol atau jirigen di koper mereka, kendati sudah dilarang karena bisa mengancam keamanan penerbangan.

Padahal, menurut Nurul, saat di pemondokan di Mekkah koper jemaah sudah diperiksa dan ditimbang.

"Namun saat diperiksa lagi di Madinatul Hujaj (tempat pemeriksaan bagasi) ternyata masih banyak zam-zam diselipkan dalam jumlah banyak," kata dia.

Paling Banyak Jakarta

Berdasarkan data yang dihimpun Daker Bandara Jeddah-Madinah, sampai pukul 11.00 WAS total jumlah koper jemaah mencapai 1.069 koli, dan total air zam-zam yang berhasil disita petugas mencapai 3.499 kilogram atau sekitar 3,5 ton.

Paling banyak jemaah yang membawa air zam-zam dalam koper yang tersebut berasal dari embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG), kemudian Solo (SOC), Medan (MES), Lombok (LOP), Makasar (UPG), Balikpapan (BPN), dan Padang (PDG).

Temuan Itu Berasal dari 8.117 Haji dari 21 Kloter.

Ditambahkan Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Daker Bandara Jeddah-Madinah, Edayanti Dasril Munir, tahun lalu yang patuh terhadap larangan membawa air zam-zam di koper adalah jemaah dari Aceh.

Sementara itu dalam kunjungan kerjanya ke Madinatul Hujjah, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin,melihat langsung air zam-zam yang dikemas dalam botol dan jirigen yang dilakban, yang coba disembunyikan jemaah di koper mereka.

Menag Lukman juga mengaku heran masih banyak haji yang membawa air zam-zam dalam koper meski petugas Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) telah mensosialisasikan larangan bawa air zam-zam dalam koper sejak jamaah berada di Tanah Air.

"Kami mengimbau jamaah agar mematuhi larangan tersebut karena berpotensi mengancam penerbangan," kata Lukman.

Ia berjanji akan berusaha pada musim haji mendatang bisa meningkatkan jumlah air zam-zam dari lima liter menjadi 10 liter per haji, sehingga tidak ada lagi kasus air zam-zam disembunyikan dalam koper.

"Kami akan berikhtiar untuk itu," ujarnya. Pemerintah akan mencoba membahas hal tersebut dengan otoritas penerbangan baik dari Garuda Indonesia maupun Saudi Airlines.

Dalam kesempatan itu, Menag juga melaporkan bahwa 38 kloter yang membawa 15.625 jemaah telah bertolak ke Tanah Air. (Ant)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home