Loading...
BUDAYA
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:26 WIB | Jumat, 13 Januari 2017

Acara Akhir Pekan 14-15 Januari 2017

Sapardi Djoko Damono akan tampil berbagi pengalaman menulis di Galeri Indonesia Kaya, Sabtu, 14 Januari 2017. (Foto: Galeri Indonesia Kaya)

SATUHARAPAN.COM – Aneka acara seperti lokakarya menulis, lokakarya sastra, pameran foto, pameran kerajinan, temu komunitas yoga, pementasan teater, hingga festival kuliner digelar di pusat kebudayaan, pusat keramaian, di Ibu Kota, di Denpasar, Bandung, dan Solo, untuk memeriahkan akhir pekan ini.

Berikut acara pilihan Redaksi satuharapan.com, yang dapat menemani pencinta hiburan melewatkan akhir pekan bersama keluarga tercinta.

Sabtu, 14 Januari

Galeri Indonesia Kaya, pukul 15.00:  Menulis Bersama Pak Sapardi

Galeri Indonesia Kaya di Grand Indonesia Shopping Town lantai 8, Jakarta Pusat, menggelar acara “Ruang Kreatif: Menulis Bersama Pak Sapardi” menghadirkan Sapardi Djoko Damono.

Sapardi Djoko Damono hadir di Galeri Indonesia Kaya untuk berbagi kiat-kiat menulis dan berbagai pengalaman sebagai penulis.

Sapardi Djoko Damono, kelahiran Solo, 20 Maret 1940, menulis puisi, esai dan kritik sastra, sejak masih menjadi murid SMA. Ia menerbitkan sekitar 40 judul buku asli dan terjemahan antara lain 10 buku puisi, lima novel, dua kumpulan cerpen, dan belasan buku esai – asli dan terjemahan.

Sajak-sajaknya telah diterjemahkan ke dalam belasan bahasa, lebih dari 50 di antaranya telah digubah menjadi nyanyian. Buku-bukunya yang terakhir antara lain Tirani Demokrasi (esai, 2014), Trilogi Soekram (novel, 2015), Suti (novel, 2015), Hujan Bulan Juni (novel, 2015), dan Pembunuhan di Katedral (2015, terjemahan drama-puisi TS Eliot berjudul Murder in the Cathedral).

Atas darmabaktinya di bidang sastra ia menerima berbagai hadiah, antara lain Anugerah Puisi Putra dari Malaysia (1984), SEA-Write Award dari Thailand (1986), Hadiah Seni dari Pemerintah Indonesia (1990), Kalyana Kretya dari Menristek (1995). Ia adalah sastrawan pertama yang menerima life-time achievement award dari Indonesia Institute pada tahun 2003 dan Akademi Jakarta pada tahun 2012.

@america Pacific Place, pukul 18.30-20.30: “Yoga for Everybody”

@america Pacific Place di Pacific Place Mall Lantai 3, Jakarta Selatan, mengundang Anda untuk mencoba yoga. Acara itu menghadirkan seorang pengusaha fashion Amerika dan pemimpin dalam gerakan tubuh positif, yang akan berbagi tentang bagaimana memulai berlatih sendiri dan tampak hebat melakukannya.

Pelajari tentang praktik yoga yang paling populer saat ini, dan dapatkan inspirasi oleh para yogini terkemuka Indonesia, yang membuktikan bahwa setiap bentuk tubuh dapat melakukan yoga.

Acara ini terbuka untuk umum, tidak dipungut biaya, dan tanpa registrasi.

Erasmus Huis: Pameran Foto Karya Kadir van Lohuizen

Pusat Kebudayaan Belanda yang lebih dikenal dengan nama Erasmus Huis, di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, menggelar pameran foto “Where Will We Go?”, 14 Desember 2016 – 4 Februari 2017.

Wartawan foto Kadir van Lohuizen memamerkan foto karya dua tahun terakhir, dengan dukungan Displacement Solutions, tentang konsekuensi global kenaikan permukaan laut yang disebabkan perubahan iklim. Foto tersebut hasil perjalanannya ke Bangladesh, Fiji, Kiribati, Kepulauan Guna Yala di Panama, Cartaret Atoll di Papua Nugini, Inggris, dan Amerika Serikat.

Kenaikan permukaan laut secara signifikan adalah salah satu konsekuensi utama perubahan iklim. Hal ini menyebabkan beberapa daerah pesisir dataran rendah benar-benar tenggelam, sementara yang lain dalam waktu dekat menghadapi peningkatan permukaan air. Perubahan tersebut bisa berdampak besar pada kehidupan masyarakat pesisir. Negara-negara pulau akan sangat rentan terhadap dampak dari kenaikan permukaan laut dan perubahan ekosistem laut, karena ketergantungan utama mereka pada sumber daya laut.

Pameran foto dirancang untuk menyoroti kompleksitas terkait perpindahan manusia internal dan lintas batas, serta implikasi hak asasi manusia yang spesifik yang terlibat perpindahan penduduk tersebut. Materi pameran mengandung komponen multimedia, termasuk foto, video, narasi, dan audio.

Untuk pameran ini Kadir van Lohuizen (fotografi, video, konsep), didukung Jeroen de Vries (kurator, desainer dan pengarah audio-visual), Frank Ortmanns (audio-visual montage, sound editing, production), serta Eyes on Media (printing).  

Bentara Budaya Bali, pukul 18.30 WITA: Pameran “Jayanta's Prints”

Bentara Budaya Bali membuka pameran karya pemenang kompetisi Trienale Seni Grafis Indonesia V 2015, Jayanta Naskar dari India, pada Sabtu, 14 Januari 2017. Pameran berlangsung 15 - 27 Januari 2017, pukul 10.00 - 18.00 WITA.

Jayanta Naskar, pemenang pertama Kompetisi Internasional Trienale Seni Grafis Indonesia V Bentara Budaya, menghadirkan 65 karya grafis dengan teknik etsa, cukil dan litho, merujuk tajuk “Jayanta’s Prints“. Pada kompetisi tersebut, karya Jayanta Naskar yang berjudul “Reinvention of Myself” dengan teknik etsa dan intaglio, tampil sebagai pemenang pertama, mengalahkan 354 karya dari 197 pegrafis yang berasal dari Indonesia, Amerika Latin, Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Bulgaria, Italia, India, Jepang, Jerman, Kanada, Kroasia, Kolombia, Malaysia, Mesir, Peru, Polandia, Serbia, Spanyol, Swedia, Thailand, Tiongkok, dan Turki.

Jayanta Naskar lahir di Batanagor, India pada 4 Agustus 1975, meraih gelar BVA pada tahun 2001 di Rabindra Bharati University Kalkuta, India, dan mendapatkan gelar MVA pada tahun 2003 di Visva University. Aktif berpameran, baik tunggal maupun bersama di negaranya dan tingkat internasional di beberapa negara. Jayanta sering berpartisipasi dalam pameran internasional seperti Lessedra World Art Print Annual di Bulgaria, 2nd Penang International Print Exhibitiona di Malaysia, Thailand, dan India.

Galeri Sisi Bentara Budaya Jakarta: “Puspa Ragam Budaya Papua”

Galeri Sisi di Bentara Budaya Jakarta memamerkan berbagai koleksi benda seni dari Papua, sebagian besar berasal dari Suku Asmat, Kamoro, dan Suku Dani, 12 Januari 2017 - 12 Maret 2017, setiap hari Senin – Jumat, pukul 10.00 – 16.00 WIB. Hari libur nasional pameran tutup.

Galeri Sisi kali ini menghadirkan patung, ukiran, piring kayu, alat musik tifa serta aneka benda seni dari suku-suku yang ada di Papua. Karya-karya ini dipamerkan untuk lebih mengenalkan ragam budaya Papua kepada masyarakat, terlebih mengingat benda-benda seni tersebut sebenarnya memiliki nilai kultural, sosial bahkan religi yang penting.

Alat musik tifa, misalnya, sering dimainkan sebagai instrumen tradisional dan mengiringi tarian baik yang bersifat sakral maupun profan, seperti Tari Perang, Tari Tradisional Asmat, dan Tarian Gatsi. Atau, baju kulit kayu, terbuat dari kulit batang sagu yang dikeringkan selama satu hari, digunakan sebagai baju khas pemuka spiritual (shaman) masyarakat setempat. Baju ini diolah dari serat-serat kayu yang dianyam sedemikian rupa membentuk celana atau penutup tubuh atas dan bawah.

Bentara Budaya Jakarta, pukul 15.30: Ragam Penokohan dalam Prosa Kita

Bentara Budaya Jakarta menghadirkan Beranda Sastra – Kelas Kreatif menampilkan pengarang Yusi Avianto Pareanom yang akan membagikan pengalamannya dalam mengembangkan tokoh-tokoh ceritanya pada sebuah workshop yang terfokus membahas kiat membangun karakter dalam prosa.

Yusi Avianto Pareanom sempat menjadi jurnalis dan terlibat dalam beberapa produksi teater, film, dan seni multimedia. Dia telah menerbitkan kumpulan cerpen Rumah Kopi Singa Tertawa dan Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi (Banana Publishing, 2015). Buku yang terakhir ini mengantarkannya sebagai Peraih Kusala Sastra Khatulistiwa 2016 untuk kategori Prosa. Karya-karyanya juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman, dan lainnya. Kini Yusi mengelola usaha penerbitan buku dan bergiat sebagai Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta. Belum lama, dia terpilih mengikuti residensi International Writing Program tahun 2016 di Iowa, Amerika Serikat.

Graha Bhakti Budaya, TIM, pukul 19.30: Pentas Teater “Lysistrata”

Teater Kampung Duku mempersembahkan “Lysistrata” karya Aristophanes, yang digarap sutradara Rindra Panca. Lakon itu digelar di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, 14-15 Januari 2017, pukul 19.30 WIB.

Lysistrata mengisahkan kaum perempuan yang membawa semangat feminisme di tengah ancaman perang Athena dengan Sparta. Lakon itu kemudian disadur oleh sastrawan kawakan WS Rendra sehingga kental dengan citarasa Indonesia.

Dikisahkan Lysistrata membujuk para wanita Yunani untuk menahan hak seksual dari suami dan kekasih mereka sebagai sarana memaksa Athena dan Sparta  menegosiasikan perdamaian. Ini adalah bentuk protes kaum wanita atas perang panjang yang tidak berkesudahan. Di tengah kekacauan situasi politik dan ekonomi yang dialami masyarakat Athena, mereka masih diselimuti ketakutan akan perang yang kapan saja mengancam. Hal itulah yang menggerakkan hati Lysistrata menghentikan perang yang sedang berlangsung.

Harga tiket vvip Rp 300.000, vip Rp 250.000, balkon Rp 150.000, dan mahasiswa Rp 75.000. Info: 0819889789 (24 jam).

Gedung Tjipta Niaga: Pameran “Heritage in Transition” karya Isabelle Boon

Pusat Kebudayaan Belanda yang lebih dikenal dengan Erasmus Huis menggelar pameran terbuka Isabelle Boon di Gedung Tjipta Niaga, di Jalan Kalibesar III, Pinangsia Tamansari, Jakarta Barat. Pameran yang dibuka 19 November 2016 ini berlangsung hingga 21 Januari 2017.

“Heritage in Transition” adalah sebuah pameran tentang warga di Kota Tua dan bagaimana ikatan mereka dengan bangunan kolonial Belanda di Kota Tua.

Isabelle Boon adalah fotografer asal Rotterdam, Belanda. Ia tertarik pada hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti bagaimana orang mencari nafkah, membangun keluarga, menghabiskan hari libur. Kegiatan sehari-hari ini menceritakan banyak tentang manusia dan kehidupan sosial dan terkadang latar belakang sejarah mereka.

Isabelle belajar fotografi di Utrecht. Pameran sebelumnya mencakup World Expo Milan 2015. Untuk informasi lebih lanjut tentang fotografer, bisa mengunjungi www.isabelleboon.com.

Galeri Nasional Indonesia: The 4th Jakarta Contemporary Ceramics Biennale

JCCB-4, program kegiatan Jakarta Contemporary Ceramics Biennale (JCCB) yang didukung Galeri Nasional Indonesia digelar pada 7 Desember 2016 – 22 Januari 2017. Menampilkan karya-karya dari 41 seniman dari 20 lebih negara, JCCB-4 merupakan perhelatan seni keramik kontemporer dua tahunan (biennale) yang terbesar di Asia Tenggara.

Melalui tema “Ways of Clay: Perspectives Toward the Future”, JCCB akan menafsirkan sejarah sebagai perspektif dalam memahami praktik seni keramik ke depan.

Seniman (non–residensi) yang terlibat adalah Agung Prabowo (Indonesia), Alice Couttoupes (Australia), Ane Fabricus Christiansen (Denmark), Antonella Cimatti (Italia), Clare Twomey (United Kingdom), Diego Akel (Brasil), Eddie Prabandono (Indonesia), Eva Larsson (Swedia), Geng Xue (Tiongkok), Gita Winata (Indonesia), Heri Dono (Indonesia), Kyoko Uchida (Jepang), Kyungwon Baek (Korea Selatan), Masha Ru (Rusia/Belanda), Dina Roussou (Yunani/Belanda), Mohamad Rizal Salleh (Malaysia), Nadya Savitri (Indonesia), Panca DZ (Indonesia), Sarah O’Sullivan (Australia), Takashi Hinoda (Jepang), Teri Frame (AS), Tomoko Sakumoto (Jepang).

Rangkaian Program JCCB-4 adalah seminar, Artists Talk, Ceramic Sharing and Presentation, Gallery Tour, Interaktif Performance (Gallery), Ceramic Workshops by Ganara Art Space setiap hari Sabtu dan Minggu mulai 10 Desember 2016 hingga 22 Januari 2017, Kelontong Keramik dari keramik pilihan untuk JCCB-4, toko souvenir keramik yang digagas oleh 17 studio keramik dari Jakarta dan Bandung, 8 Desember 2016 – 22 Januari 2017.

Trans Studio Mall Bandung: “Top Up Culinary

Trans Studio Mall Bandung menggelar acara Top Up Culinary, yang dibuka 12 Januari dan berlangsung hingga 15 Januari 2017 bagi pencinta kuliner di Bandung dan sekitarnya.

Top Up Culinary menghadirkan lebih dari 60 tenant dan varian menu istimewa. Pengunjung juga bisa menikmati screening film, acoustics music, cooking demo, dan lain-lain.

Balai Soedjatmoko Solo, pukul 09.00 - 21.00: Pameran Foto-foto Terbaik Salon Foto Indonesia 37.

Balai Soedjatmoko di Jl Slamet Riyadi 284 Solo menjadi tempat penyelenggaraan Pameran Foto-foto Terbaik Salon Foto Indonesia 37. Pameran dibuka 12 Januari lalu, dan berlangsung hingga Selasa, 17 Januari.

Pameran salon foto ini diadakan Himpunan Senifoto Bengawan (HSB), komunitas foto paling lama di Solo. Ini merupakan pameran yang kedua kalinya diadakan di Solo, setelah sebelumnya tahun 2010.

Dalam pameran kali tampil karya foto dari para fotografer berbagai kota, juga peraih penghargaan di Pameran Salon Foto ke-37 yang diadakan di Yogyakarta tahun 2016. Pameran salon foto juga bentuk penghargaan kepada para fotografer dari sesama fotografer.

Di Indonesia, salon foto diadakan sejak tahun 1973, dan ajang tersebut berpindah dari kota satu ke kota lain. Selain pameran foto, juga diadakan workshop singkat untuk para fotografer.

 

Minggu, 15 Januari 2017

@america Pacific Place: “Gaming and Gadgets”

@america di Pacific Place Mall lantai 3, Jakarta Selatan, menggelar acara “Gaming and Gadgets”, pukul 13.30 – 21.00 bagi semua makers, gamer, dan pencinta teknologi untuk bergabung setiap hari Minggu untuk bermain boardgame, kartu, dan permainan Xbox favorit banyak orang.

Hadirin juga berkesempatan mencoba printer 3D langsung dan membawa pulang suvenir orisinal. Peserta juga ditantang kreativitasnya dengan 3Doodler, Makey Makey, dan kit LittleBits!

Galeri Indonesia Kaya, pukul 15.00: Gema Tanah Melayu oleh Hendri Lamiri and Friend

Galeri Indonesia Kaya mementaskan Gema Tanah Melayu oleh Hendri Lamiri and Friend, tanggal 15 Januari 2017 pukul 15.00.

Gema Tanah Melayu adalah konser oleh band dengan kolaborasi alat musik modern dan tradisional. Hendri Lamiri and Friend akan membawakan lagu-lagu bertema melayu, dengan lead pada biola yang menggunakan banyak aksen Melayu. Mereka akan membawakan beberapa nomor lagu original dan lagu-lagu dengan tema Melayu (seperti Bunga Seroja) atau aransemen bertema Melayu.

Konser berdurasi sekitar 45 menit ini dikemas apik, dan diramaikan beberapa rekan musisi profesional yang sudah bermain baik di dalam maupun di luar negeri.

Hendri Lamiri mempelajari biola dari usia 4 tahun. Sejak tahun 1989 bergabung dengan Favourite Group dan Panbers. Ia juga aktif bersama grup Arwana, Klakustik, dan pada tahun 1993-1995, turut serta dalam tour show Chrisye dan Erwin Gutawa di tahun 1998. Ia juga merupakan composer dan arranger di berbagai lagu untuk album religi dan lagu-lagu rohani.

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home