Loading...
BUDAYA
Penulis: Sotyati 13:04 WIB | Jumat, 15 Juli 2016

Agenda Hiburan Akhir Pekan Ini

Isyana Sarasvati tampil di Jakarta Fair Kemayoran 2016 akhir pekan ini. (Foto: yamaharacingindonesia.mobilinanews.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Jakarta Fair Kemayoran 2016 yang dibuka pada 10 Juni lalu, akan berakhir 17 Juli ini. Selain memuaskan diri berbelanja berbagai kebutuhan mulai dari fashion, furniture, kerajinan tangan, otomotif, hingga elektronik, anak-anak muda Jakarta juga dapat memuaskan mata dan telinga  menonton konser musik dari penyanyi dan grup band Tanah Air di panggung-panggung di Arena JIExpo Kemayoran Jakarta Pusat.

Pada akhir pekan ini, Sabtu, 16 Juli 2016, acara tahunan yang digelar dalam rangka memperingati ulang tahun Kota Jakarta ini diramaikan JFK Carnaval di Arena JIExpo Kemayoran pada pukul 16.00.

Kelompok musik Zigaz, seperti dapat dibaca di situs resmi jakartafair.co.id, dijadwalkan  tampil di Booth Honda, pada pukul 17.30. Penyanyi dan pencipta lagu yang sedang naik daun, Isyana Sarasvati, dijadwalkan tampil di Booth Yamaha, pada pukul 18:30.

Di Panggung Utama, kelompok musik Tipe X, Sunset, Bigwave, dan R21, memeriahkan suasana Jakarta Fair Kemayoran dengan tampil live streaming pada pukul 19:30. Kelompok musik Naif Band akan menghibur penggemar musik dan pengunjung di Booth Suzuki pada pukul 20.00.

Pada Minggu, 17 Juli, M.E. dan Geisha, memeriahkan acara sebelum puncak acara penutupan Jakarta Fair Kemayoran yang ditandai dengan pesta kembang api di Panggung Utama pada pukul 21.00. M.E. tampil di Booth Honda pada pukul 17.30, sementara kelompok musik Geisha tampil di Panggung Utama pada pukul 19.30.

Kelompok musik Armada Band menutup acara hiburan Minggu, 17 Juli, dengan tampil di Booth Yamaha pada pukul 21:00.

Galeri Indonesia Kaya

Bagi penyuka musik tradisi, Galeri Indonesia Kaya di Grand Indonesia Shopping Town, Lantai 8, Jakarta Pusat, menampilkan Gus Teja World Music dengan karya-karyanya yang mendunia bertajuk “From Heaven to Earth” pada Sabtu, 16 Juli, pukul 15.00.

Gus Teja World Music adalah kelompok musik dari Bali yang bertekad menyebarkan perdamaian dunia dan cinta kasih lewat bahasa musik yang universal dan spiritual. Dengan enam musisi berbakat, Gus Teja World Music memadukan alat musik yang terinspirasi dari alat musik tradisional Bali seperti selonding, tingklik, kendang, dan suling dengan gitar dan gitar bas.

Dibentuk pada tahun 2008, Gus Teja World Music telah mengumpulkan sebuah diskografi mengesankan setelah merilis tiga album dan terjual lebih dari 50.000 copy. Album Rhythm of Paradise dirilis pada akhir tahun 2009, Flutes for Love dirilis pada tahun 2011, dan Ulah Egar dirilis tahun 2015.

Gus Teja yang menjadi identik dengan suara kontemporer Bali, tampil di berbagai event musik di Bali dan event international seperti di Malaysia dan Korea Selatan.

Pada Minggu, 17 Juli, Galeri Indonesia  Kaya menampilkan "Le Wungkuh Utuskuh". Tari tentang pengabdian oleh Sanggar Tari Dul Muluk Canggung itu dapat disaksikan pada pukul 15.00.

Rasa cinta mendalam terhadap Ibu Bumi atas hasil alam melimpah di tanah Dayak, terekspresikan melalui gemulai gerak tubuh di atas gong yang dilambangkan sebagai “le’wungkuh utuskuh” atau Ibu Bumi.

Sanggar tari Dul Muluk Canggung didirikan pada tahun 2015 dan dipimpin oleh Poppy Parisa Agustina, yang menyelesaikan pendidikan seni tari S1 dan S2 di Institut Kesenian Jakarta.

Sanggar ini bertujuan memperkenalkan kesenian tari Indonesia yang berakar dari tari tradisi masyarakat Indonesia, namun tidak menutup kemungkinan juga mempelajari kesenian tari nontradisi maupun seni pertunjukan lain seperti teater tari dan musik.

Pusat Kebudayaan Asing

Pusat Kebudayaan Belanda, yang lebih dikenal dengan nama Erasmus Huis, di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, menggelar “Pameran: Keindahan Timur dalam Reproduksi. Seni Buku Islam dari Koleksi Leiden”, yang masih akan berlangsung hingga 31 Juli mendatang.

Pameran itu merupakan “400 Tahun Kajian Arab di Universitas Leiden: Menyusun Koleksi dan Beragam Edukasi, Koleksi Istimewa Universitas Leiden”.

Keindahan manuskrip Islam sebagian besar terletak pada seni kaligrafi, miniatur, dan iluminasi (pencahayaan). Ketiga unsur utama itu juga ditemukan pada manuskrip Islam dalam Koleksi Istimewa Universitas Leiden. Elemen-elemen itu memperlihatkan kesatuan dan keragaman pola dekoratif di dunia Islam.

Pada Jumat, 15 Juli ini, pukul 19.00, Pusat Kebudayaan Italia Jakarta (Istituto Italiano di Cultura), di Jalan HOS Cokroaminoto 117, Jakarta Pusat, memutar film terkenal garapan sutradara Sergio Leone, For a Few Dollars More. Film ini menampilkan bintang terkenal pada zamannya, Clint Eastwood dan Lee Van Cleef, dengan ilustrasi musik digarap oleh komponis terkenal Italia, Ennio Morricone.

Film tersebut berkisah tentang dua pemburu bayaran dengan niat yang sama bekerja sama untuk melacak penjahat Barat.

Penonton tidak dipungut biaya masuk.

 

 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home