Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Melki Pangaribuan 17:39 WIB | Jumat, 17 Februari 2017

Angin Puting Beliung Rusak 924 Rumah di Flores Timur

Ilustrasi. Seorang warga berdiri di dalam rumahnya yang terdampak tanah longsor di Kelurahan Tandurusa, Kecamatan Aertembaga, Bitung, Sulawesi Utara, Senin (13/2). Hujan deras yang mengguyur kota Bitung sejak Minggu (12/2) dinihari menyebabkan tanah longsor dan banjir. Tidak kurang dari 1132 rumah dan 13.378 jiwa di lima kecamatan serta 32 kelurahan terdampak bencana. (Foto: Antara/Adwit B Pramono)

KUPANG, SATUHARAPAN.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, sebanyak 924 unit rumah penduduk di wilayah itu rusak akibat bencana angin puting beliung melanda wilayah itu.

"Dari data yang masuk dari seluruh kecamatan, rumah penduduk ada 924 unit, dapur 304 buah dan kamar mandi/wc berjumlah 97 buah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur Paulus Igo Geroda, hari Jumat (17/2).

Bencana angin puting beliung pada 6-12 Februari lalu memporakporandakan wilayah yang terletak paling Timur pulau Flores itu.

Selain bangunan milik warga, sebanyak 34 gedung fasilitas umum juga mengalami kerusakan, 19 gedung sekolah dan tujuh rumah ibadah, empat sarana gedung kesehatan, 38 sarana usaha, kata Paulus Igo Geroda.

Menurut dia, kerusakan bangunan rumah terparah terjadi di Kecamatan Kota Larantuka, karena seluruh bangunan yang berada di sepanjang pantai itu rusak yakni mencapai 654 rumah, 199 dapur dan 46 kamar mandi/wc.

Disusul Kecamatan Ile Mandiri 76 rumah, 36 dapur, 16 kamar mandi/wc, empat fasilitas umum, rumah ibadah dan sarana pendidikan masing-masing satu buah.

Dia menambahkan, dalam bencana angin puting disertai hujan deras itu, juga menyebabkan ratusan lahan pertanian di wilayah itu juga mengalami kerusakan, yakni 585 hektare rusak ringan, 304 hektare rusak sedang dan 530 hektare lainnya mengalami kerusakan berat.

"Kalau kita total seluruhnya maka jumlah bangunan, baik rumah penduduk, sarana pendidikan, sarana umum, dan sarana kesehatan mencapai 1.228 unit bangunan," katanya menambahkan.

Mengenai penanganan, dia mengatakan, saat ini pemerintah daerah sedang menyalurkan bantuan darurat kepada para korban.

"Kondisi cuaca sudah mulai membaik dan saat ini kami sudah mulai mendistribusikan bantuan darurat berupa sandang pangan kepada para korban," katanya.

Menurut dia, penanganan lebih lanjut akan dilakukan setelah para petugas melakukan pendataan dan menghitung kerugian akibat bencana di wilayah itu.

"Bantuan darurat ini akan dilanjutkan dengan rehabilitasi, tetapi semuanya masih berproses. Masih harus ada hitungan terlebih dahulu," katanya.

Dia mengatakan, akan mengusulkan bantuan kepada pemerintah provinsi maupun pusat untuk membantu rehabilitasi rumah warga yang rusak. (Ant)

 

Back to Home