Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 10:39 WIB | Selasa, 12 Juni 2018

BBM Mulai Langka di Jayawijaya Papua

Trigana Air saat melakukan bongkar muat BBM di Bandara Wamena. (Foto: Antaranews Papua/Marius Frisson Yewun)

WAMENA, SATUHARAPAN.COM - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin dan solar di Kabupaten Jayawijaya, Provins Papua mulai mengalami kelangkaan akibat pendistribusian yang terbatas.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Kabupaten Jayawijaya Arisman Chaniago di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Senin (11/6) mengatakan, kekurangan BBM mulai terjadi Juni dan menyebabkan terjadi antrean di sejumlah APMS.

Kekurangan pasokan BBM ini dikarenakan sebelumnya dua pesawat yang digunakan mengangkut BBM dari Jayapura ke Wamena, kini hanya satu armada saja yang beroperasi.

"Ini disebabkan pasokan BBM ke Wamena melalui pesawat Trigana terbatas, sebab hanya satu pesawat yang beroperasi. Sebelumnya dua, namun salah satu armada Trigana dialihkan ke Timika," katanya.

Ketika dua armada milik Trigana beroperasi, pasokan BBM di beberapa APMS dinilai mencukupi yaitu dalam sehari pasokan premium ke APMS Anwarudin adalah 65 drum, APMS Lasminingsih 72 drum, APMS Anugerah Baliem 25 drum.

Untuk pasokan solar, sebelumnya APMS Anwaruddin dalam sehari adalah 18 drum, APMS Lasminingsih 24 drum dan APMS Anugerah Baliem 10 drum.

"Namun untuk sementara realisasi pasokan lebih kurang dari alokasi yang sebenarnya," katanya.

Ia mengatakan pemerintah sedang berkoordinasi dengan pihak Perta Niaga untuk penambahan angkutan agar kondisi kekurangan BBM bisa segera normal kembali.

"Kami akan terus mengupayakan agar tidak terjadi kelangkaan BBM karena masih ada BBM yang tiap hari diangkut dari Jayapura, meskipun tidak sesuai kuota," katanya.

Kelangkaan BBM ini juga dirasakan di sejumlah titik penjualan bensin enceran dan menyebabkan pengendara sepeda motor kesulitan mendapatkan BBM.

Walau demikian, tidak terjadi kenaikan harga bensin pada tingkat pengecer.(Antara)

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home